Breaking News:

Dorong Promosi Digital, Mahasiswa Kukerta Universitas Abdurrab Edukasi UMKM Kerupuk Jangek Pak Ali

sasar UMKM Kerupuk Jangek Pak Ali di Desa Teluk Kenidai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, mahasiswa Kukerta Universitas Abdurrab beri edukasi

Istimewa
Mahasiswa Kukerta Universitas Abdurrab dan dosen pembimbing lapangan, melakukan edukasi promosi di UMKM Kerupuk Jangek Pak Ali di Desa Teluk Kenidai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Mahasiswa dari Kampus Universitas Abdurrab sukses menggelar kegiatan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta), di Desa Teluk Kenidai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Kegiatan yang diikuti oleh 9 orang mahasiswa didampingi satu orang dosen pembimbing lapangan tersebut, digelar selama beberapa kali, dari 7 Agustus sampai dengan 17 Agustus 2021.

"Selama kukerta di Desa Teluk Kenidai ini kami bagi dalam tiga waktu kegiatan, yakni tanggal 7, 14, dan terakhir nanti tanggal 17 Agustus 2021," kata Dosen Pembimbing Kukerta Mahasiswa di Desa Teluk Kenidai, Kampus Universitas Abdurrab, Debi Setiawan MKom, Sabtu (14/8/2021).

Debi menjelasakan, Kukerta ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jurusan di Universitas Abdurrab. 9 orang mahasiswa berasal dari Jurusan Ilmu Pemerintahan, Pisikologi, Kedokteran, Teknik Sipil, serta Teknik Informatika.

Kukerta tersebut mengambil tema 'Strategi Promosi UMKM Kerupuk Jangek Pak Ali Pada Masa New Normal'.

"Melalui kukerta ini kami dari kampus berharap bisa membangkitkan kembali mobilisasi promosi bisnis UMKM kerupuk jangek Pak Ali, dari yang dulu hanya pakai cara konvensional, diperkuat dengan promosi secara digital dengan memanfaatkan aplikasi digital marketing dan media sosial seperti Tiktok, IG, WA bisnis, Shopee, Gofood dan lain-lain," papar Debi.

Mahasiswa Kukerta Universitas Abdurrab dan dosen pembimbing lapangan, melakukan edukasi promosi di UMKM Kerupuk Jangek Pak Ali di Desa Teluk Kenidai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar
Mahasiswa Kukerta Universitas Abdurrab dan dosen pembimbing lapangan, melakukan edukasi promosi di UMKM Kerupuk Jangek Pak Ali di Desa Teluk Kenidai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar (Istimewa)

Debi mengaku, meski masih tersisa satu kali kegiatan lagi, yakni pada tanggal 17 Agustus 2021, namun kukerta Mahasiswa Universitas Abdurrab di Desa Teluk Kenidai bisa dibilang berjalan sukses.

Masyarakat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merespon kegiatan secara sangat baik. Terlihat dari antusias mereka mendengarkan pemaparan materi dari mahasiswa.

"Masyarakat juga menginginkan agar mereka selalu diberikan pendampingan secara berkala setiap tahunnya, agar menstimulus UMKM lainnya untuk bergerak maju menyongsong era new normal menuju normal," jelas Debi.

Dirinya menyebut kalau Kerupuk Jangek Pak Ali adalah satu di antara UMKM terbesar di Wilah Kampar, khususnya di Desa Teluk Kenidai. UMKM ini merupakan satu di antara pemasok kerupuk kulit ke minimarket dan swalayan di daerah Bangkinang, Petapahan, Hypermart, Ramayana dan beberapa lokasi lainnya.

Tetapi selama masa pandemi Covid-19, UMKM Kerupuk Jangek Pak Ali turut terkena dampak di sisi penjualan. Sehingga pihak kampus Universitas Abdurrab memilih lokasi ini sebagai tempat pelaksanaan kukerta mahasiswa.

Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh 9 orang mahasiswa di UMKM Kerupuk Jangek Pak Ali Desa Teluk Kenidai, di antaranya memberikan edukasi penggunaan aplikasi promosi, lalu cara berkomunikasi di media sosial untuk menggaet pasar, dan edukasi penentuan pasar yang cocok untuk UMKM.

Mahasiswa Kukerta Universitas Abdurrab dan dosen pembimbing lapangan, melakukan edukasi promosi di UMKM Kerupuk Jangek Pak Ali di Desa Teluk Kenidai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar
Mahasiswa Kukerta Universitas Abdurrab dan dosen pembimbing lapangan, melakukan edukasi promosi di UMKM Kerupuk Jangek Pak Ali di Desa Teluk Kenidai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar (Istimewa)

"Itu yang sudah terlaksana tanggal 7 dan 14 Agustus 2021. Sementara 17 Agustus nanti kami akan melakukan edukasi pemulihan kesehatan mental secara psikologis pasca Covid-19, kemudian edukasi kesehatan dan kandungan kerupuk kulit sebagai bahan promosi, dan strategi dalam menaklukan pangsa pasar terhadap aturan dan kebijakan pemerintah di masa new normal," urai Debi.

Sebagai Dosen Pembimbing di lapangan serta mewakili pihak kampus, Debi mengharapkan masyarakat selalu diberikan refresment. Sebagai wujud dari implementasi ilmu teoritis dan praktek di lapangan.

"Wujud program pemerintah dan menteri pendidikan dan menteri pariwasata ekonomi kreatif agar mahasiswa mampu mengembangkan ilmu, yang didapat dan turut serta berkontribusi dan memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat khususnya UMKM," terangnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved