Warga Pasaman Dan BKSDA Sumbar Rebutan Bangkai Harimau, Warga Cemas Tertimpa Bala
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto mengakui adanya kejadian cekcok warga dengan petugas BKSDA.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Pepatah harimau mati meninggalkan belang tampaknya tak berlaku di Pasaman. Kematian seekor harimau Sumatera di Pasaman malah meninggalkan perdebatan.
Warga Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman dan petugas balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) Sumatera Barat berebut bangkai harimau yang mati di kandang.
Warga menginginkan bangkai harimau itu dikuburkan di dekat rumah tokoh masyarakat dengan alasan di luar logika.
Sementara petugas BKSDA ingin mengambil bangkai harimau jantan berusia 7 tahun tersebut untuk diperiksa penyebab kematiannya.
"Kita ingin memeriksa apa penyebab kematiannya. Tapi puluhan warga menolak karena ingin menguburkan di dekat rumah tokoh masyarakat setempat," kata Kepala BKSDA Sumbar Ardi Ardono saat dihubungi Kompas.com, Minggu (15/8/2021).
Menurut Ardi, kendati petugas BKSDA sudah dikawal sejumlah aparat kepolisian, namun warga bersikukuh sehingga akhirnya petugas mengalah.
"Kita tidak ingin bentrok. Akhirnya kita mengalah dan bangkainya dikubur juga," kata Ardi.
Ardi menyebut keinginan warga menguburkan bangkai harimau di rumah tokoh masyarakat itu karena ada anggapan jika harimau itu dibawa ke luar akan bisa mendatangkan bencana di daerah tersebut.
"Tapi kita kan ingin memeriksa bangkainya. Kenapa satwa langka itu sampai mati. Apakah diracuni atau sakit tentu perlu diperiksa," jelas Ardi.
Ardi mengatakan, peristiwa berawal pada Sabtu (14/8/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.
Saat itu, kata Ardi, BKSDA mendapat laporan dari salah seorang anggota DPRD Pasaman yang melihat ada seekor harimau sedang sakit.
Setelah mendapatkan laporan itu, pihak BKSDA turun ke lokasi dengan membawa dokter hewan dan kandang.
Tiba di lokasi, dokter hewan sempat memberikan obat dan suntikan vitamin.
Namun, karena kondisinya sudah cukup parah akhirnya harimau itu mati sekitar pukul 11.00 WIB.
"Saat dokter hewan ke sana kondisi harimau itu sudah sekarat. Suhu badannya tinggi dan mengeluarkan kotoran berwarna hitam," kata Ardi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/harimau-mati-di-pasaman-diperiksa-petugas-medis-bbksda.jpg)