Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Acara Dangdutan Dibubarkan, Kades dan Kapolsek Terlibat Adu Mulut, Akhirnya Kades Minta Maaf

Adu mulut tersebut sempat terekam dalam video dan kemudian menjadi viral di media sosial.

Editor: Sesri
Tangkapan Layar Video Warga
Petugas Polsek Pegandon membubarkan warga Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal yang nekat menggelar tasyakuran HUT RI dengan panggung hiburan dangdutan, Selasa (17/8/2021) malam. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Viral seorang Kepala Desa Kebonagung Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal Jawa Tengah menolak saat acara musik yang digelar di desa tersebut dibubarkan.

Saat pembubaran itu sempat terjadi ketegangan antara Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pegandon AKP Zaenal Arifin dengan Kepala Desa (Kades) Kebonagung Widodo., Selasa (17/8/2021).

Adu mulut tersebut sempat terekam dalam video dan kemudian menjadi viral di media sosial.

Dalam rekaman video, Widodo yang mengenakan kemeja putih, tampak menyampaikan sesuatu menggunakan mikrofon.

Tak berselang lama, mikrofon itu direbut oleh AKP Zaenal Arifin.

Setelahnya, keduanya terlibat cekcok.

Baca juga: Sakti, Tak Dipenjara Meski Jadi Tersangka Pornografi, Artis-artis Cantik Ini Masih Melenggang Bebas

Melansir Tribunnews.com, Zaenal menjelaskan bahwa Kades Kebonagung sudah beberapa kali diingatkan petugas Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) supaya tidak mengadakan acara yang mengundang kerumunan.

Jajaran Polsek Pegandon meluncur ke lokasi setelah mendapat laporan dari warga.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendal AKBP Yuniar Ariefianto membenarkan adanya pertengkaran tersebut. Yuniar mengatakan, acara itu dibubarkan karena diadakan saat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ditambah lagi, acara diadakan tanpa seizin Satgas Covid-19.

Terkait kegiatan tersebut, Yuniar menuturkan bahwa kepolisian sedang melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran aturan PPKM.

Ia membeberkan, polisi juga bakal memeriksa kesehatan orang-orang yang mendatangi acara itu.

“Kami akan melakukan skrining semua warga yang nonton pertunjukan musik,” ujarnya, Kamis (19/08/2021).

Mengenai kejadian itu, Kades Kebonagung Widodo menyampaikan permintaan maaf.

Dia mengaku menyesal atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi.

"Kejadian itu, kami jadikan pembelajaran. Saya atas nama pribadi dan masyarakat yang ada di lokasi pentas musik meminta maaf kepada semuanya, termasuk bapak polisi dan petugas Satgas Covid-19," ucapnya, Jumat (20/8/2021).

( Tribunpekanbaru.com )

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved