Breaking News:

Desa Sungai Petai Percaya Diri Hadapi Digitalisasi: Luncurkan Aplikasi,Wujudkan Indonesia Terkoneksi

Aplikasi Halaman Kampung menurut Dia memang dibutuhkan warga saat mengurus berbagai keperluan surat.

Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Firmauli Sihaloho
ist
Aplikasi Halaman Kampung: Desa Sungai Petai, Kampar saat ini sudah menerapkan pelayanan publik berbasis aplikasi. Melalui aplikasi ini, warga bisa mengurus berbagai surat administrasi sesuai wewenang desa. Diluncurkan pada April 2021, mengantarkan Desa Sungai Petai sebagai desa digital pertama di Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pandemi tak menyurutkan tekad Desa Sungai Petai mewujudkan Desa Digital Pertama di Provinsi Riau. Pada 6 April 2021 lalu, Desa yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Ibu Kota Pekanbaru ini merilis aplikasi pelayanan publik, Halaman Kampung.

Aplikasi itu disambut warga dengan rasa bangga. Betapa tidak, jika proses pengurusan administrasi warga sebelumnya erat kaitannya dengan berbagai berkas, pemandangan antrian di kantor desa dan membutuhkan waktu berhari-hari, kini tak lagi mereka rasakan.

Bahwa, pengurusan berbagai keperluan administrasi hanya melalui genggaman; kapan saja dan dimana saja.

“Saya sudah 47 tahun bermukim di sini, tidak pernah terpikir oleh kami di desa ini juga mampu mengadopsi pelayanan berbasis online,” kata warga Desa Sungai Petai, Azwan kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (19/8/2021).

Aplikasi Halaman Kampung menurut Dia memang dibutuhkan warga saat mengurus berbagai keperluan surat. Seperti pengajuan Surat Keterangan Usaha yang pernah Dia urus melalui aplikasi ini.

“Dengan cara begini, proses pengurusan surat berlangsung cepat dan tanpa harus datang ke kantor desa,” sambung Dia.

Kemudian, lanjut Dia, digitalisasi yang dilakukan pemerintah desa ini sangat berguna bagi masyarakat yang berdomisili jauh dari Sungai Desa Petai. Seperti bagi mahasiswa yang berkuliah di Kota dan Provinsi berbeda.

Cukup mendaftar di aplikasi, lalu mengajukan surat yang diinginkan, beberapa menit kemudian status surat akan dikirimkan ke handphone yang mengajukan.

Apabila disetujui, maka surat tersebut bisa diunduh dalam format PDF untuk kemudian dicetak. Jika tidak, penolakan akan disertai alasan lalu diikuti informasi terkait langkah selanjutnya.

Dengan aplikasi ini, 509 KK yang berasal dari tiga dusun berbeda bisa mengajukan proses surat keterangan secara online, seperti Surat Keterangan Domisili, Surat Keterangan Penghasilan, Surat Keterangan Usaha, Surat Keterangan Tidak Mampu, Surat Keterangan Belum Memiliki Rumah dan 11 jenis surat lainnya sesuai wewenang desa.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved