Minggu, 12 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Mengejutkan, Kasus Minta Uang yang Mencatut Gubernur Sumbar Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Heboh ada surat memakai tanda tangan Gubernur Sumbar, dari hasil pemeriksaan saksi, Polresta Padang menyebut, surat tersebut resmi dari Bappeda.

Editor: CandraDani
TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda, saat memperlihatkan barang bukti di Polresta Padang, Sabtu (14/8/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Surat minta uang yang bertanda tangan Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mulai menemui titik terang.

Dari hasil pemeriksaan saksi, Polresta Padang menyebut, surat tersebut resmi dari Bappeda.

Sebelumnya, diamankan sebanyak 5 orang yang meminta sumbangan untuk pembuatan profil Sumatera Barat dalam bentuk majalah.

Namun, ke-5 lelaki yang diamankan merupakan swasta yang bukan merupakan PNS atau berasal dari Pemprov Sumbar.

Baca juga: 5 Warga Luar Sumbar Catut Nama Gubernur Mahyeldi, Pakai Kop Surat Bappeda untuk Minta Sumbangan

Pihak kepolisian pun curiga adanya pencatutan nama Gubernur Sumatera Barat sehingga melakukan pemanggilan terhadap pihak Bappeda, Sekdaprov Sumbar, dan orang kepercayaan dari Mahyeldi Ansharullah.

Hal itu dikatakan oleh Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda, pada Sabtu (21/8/2021).

"Pihak Bappeda Sumatera Barat sudah datang kemarin Jumat (20/8/2021). Namun, untuk Sekdaprov Sumbar belum, karena sedang ada kegiatan di Bukittinggi," ujar Kompol Rico Fernanda.

Sedangkan untuk orang kepercayaan dari Gubernur Sumbar Mahyeldi masih direncanakan untuk melakukan panggilan ulang.

"Hal itu dikarenakan kita belun mengetahui alamat pasti dari orang kepercayaan Bapak Mahyeldi ini," ujarnya.

Ia menyebutkan, sebelumnya mengirimkan surat pemanggilan untuk orang kepercayaan Gubernur melalui pihak Pemprov Sumbar.

"Seandainya dia tidak datang, mungkin karena tidak sampai surat undangan, maka akan kita panggil kembali pada Senin atau Selasa (23-24/8/2021)," katanya.

Disebutkannya, pihak Bappeda Sumbar telah memenuhi pemanggilan.

Dari hasil pemeriksaan, saksi mengakui bahwa surat itu memang berasal dari Bappeda Sumbar.

"Memang betul dari pimpinannya (Kepala Bappeda Sumbar) yang meminta untuk membuatkan, jadi memang betul dari pihak provinsi. Yang jelas, Kepala Bappeda yang meminta," katanya.

Ia menyebutkan, yang datang untuk memnuhi panggilan tersebut adalah Kabid di Bappeda Sumbar.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved