Selasa, 28 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ada Desakan Agar Polisi Tangkap Provokator Konflik di Rantau Kasih Kampar, Kapala Dusun: Menyakitkan

Muncul desakan agar polisi menangkap terduga provokator konflik di Desa Rantau Kasih Kecamatan Kampar Kiri Hilir. Kepala Dusun Sei Belanti, sedih.

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Ariestia
Istimewa
Muncul desakan agar polisi menangkap terduga provokator konflik di Desa Rantau Kasih Kecamatan Kampar Kiri Hilir. Kepala Dusun Sei Belanti, sedih. FOTO: Warga Rantau Kasih, Kampar, mengelilingi alat berat PT. NWR yang mereka khawatirkan bakal merusak kebun sawit mereka. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Ada desakan agar polisi menangkap terduga provokator konflik di Desa Rantau Kasih Kecamatan Kampar Kiri Hilir. Kepala Dusun Sei Belanti, Al Qadri Syam sedih.

Al Qadri menepis sejumlah tuduhan terkait aksi yang dilakukan warga menghadang alat berat PT. Nusa Wana Raya (NWR) melakukan pembersihan lahan dekat perkebunan kelapa sawit mereka.

Ada lahan yang bahkan sudah ditanami Akasia di antara tanaman sawit warga.

"Itulah yang menyakitkan bagi kami. Terutama mama-mama. Sudahlah kebun dan belukar kami digarap, warga pun dilaporkan ke polisi," kata Al Qadri kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (22/8/2021).

Warga Desa Rantau Kasih tidur di bawah tenda menginap yang didirikan di atas lahan yang mereka khawatirkan bakal dirusak alat berat PT. NWR
Warga Desa Rantau Kasih tidur di bawah tenda menginap yang didirikan di atas lahan yang mereka khawatirkan bakal dirusak alat berat PT. NWR (Istimewa)

Al Qadri menyebutkan empat warga dilaporkan ke Kepolisian Daerah Riau yang dituduh sebagai provokator.

Keempat orang itu sudah pernah diundang untuk dimintai keterangan.

Setelah pemanggilan, tiga di antaranya menerima surat panggilam kedua.

Tetapi agenda memenuhi panggilan itu masih menunggu jadwal dari penyidik. 

Terkait tudingan lahan telah diperjualbelikan, Al Qadri menegaskan tidak benar.

Ia menyatakan, khusus kawasan di Dusun Sei Belanti yang sedang berkonflik, digarap oleh masyarakat tempatan.

"Khusus di dusun kami, hanya masyarakat yang direlokasi tahun 2000 dulu. Lalu buka lahan di sekitar belakang pemukiman," kata Al Qadri.

Di wilayah lain, bahkan ribuan hektare dalam areal perusahaan sudah dikuasai pihak lain dengan menanam kelapa sawit.

LSM Desak Polisi Tangkap Provokator Rantau Kasih

Sebelumnya LSM Gempur Riau mendesak pihak kepolisian menangkap oknum provokator yang memperkeruh konflik lahan di Desa Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri Hilir.

"Oknum provokator ini menghasut warga untuk melakukan demonstrasi terkait lahan yang masuk kawasan hutan," ujar Ketua LSM Gempur Riau Hasanul Arifin, Minggu (22/8/2021).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved