Video Berita
VIDEO: Karyawan Positif Corona Berkeliaran, Satgas Covid-19 Pelalawan Tegur PT MAS
Dua karyawan PT MAS yang seharusnya menjalani isolasi di ruang isolasi terpusat milik perusahaan, malah kabur dan berkeliaran.
Penulis: johanes | Editor: David Tobing
TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN LESUNG- Dua orang karyawan PT Makmur Andalan Sawit (MAS) di Dusun Tua Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan Riau masih berkeliaran, padahal statusnya positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada Senin (23/08/2021) lalu.
Alhasil tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kecamatan Pangkalan Lesung mencari keberadaan kedua pasien tersebut untuk dilakukan pemeriksaan kembali dan dimasukkan ke dalam ruang isolasi PT MAS.
Pasalnya, kedua karyawan yang masih kelayapan ini bisa membahayakan masyarakat lain dan menularkan virus corona kepada orang lain.
"Kami bersama Satgas Covid-19 lainnya dari Puskesmas langsung menindaklanjuti ke perusahaan serta mencari pasien tersebut hingga berhasil dievakuasi ke ruang isolasi," terang Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko SIK melalui Kapolsek Pangkalan Lesung Iptu Liston Sihombing, kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (24/08/2021).
Kapolsek Liston Sihombing menjelaskan, kejadian pasien Covid-19 yang berkeliaran itu berawal saat tim yustisi Covid-19 Pelalawan melakukan razia Protokol Kesehatan (Prokes) di wilayah Sorek Kecamatan Pangkalan Kuras pada Sabtu (21/08/2021) malam lalu.
Dalam razia itu dilaksanakan swab antigen di tempat dan terjaring tiga orang pengunjung pusat kuliner yang reaktif Covid-19. Selanjutnya dibawa ke Puskesmas Pangkalan Kuras untuk ditambahkan sementara.
Ternyata dua dari tiga yang positif Covid-19 itu merupakan karyawan PT MAS dan berjanji akan dibawa dan diisolasi di komplek perusahaan.
Namun keduanya diduga kabur dari Puskesmas lantaran tidak dijemput oleh pihak perusahaan.
Ketika Tim satgas Covid-19 Pangkalan Lesung ingin melakukan tracing kontak erat ke areal PT MAS, manajemen perusahaan mengaku jika kedua karyawannya tidak berada di tempat dan sedang berada di rumah keluarganya.
Hal ini membuat Satgas Covid-19 kecamatan gusar karena mereka berkeliaran dalam status terkonfirmasi corona.
Pihak perusahaan dinilai kurang mendukung penanganan Covid-19 di Pelalawan khususnya Kecamatan Pangkalan Lesung.
Setelah dicari keberadaannya, akhirnya keduanya dibawa ke areal perusahaan untuk diisolasi di tempat yang disiapkan. Saat tiba di rumah isolasi, masalah kembali muncul.
Ternyata ruang isolasi yang disiapkan perusahaan hanya berupa rumah kosong yang tidak layak sebagai tempat karantina. Tak ada tempat tidur, fasilitas isolasi, hingga jendelanya tidak memiliki gordyn.
"Pokoknya tidak memadai sebagai ruang isolasi. Padahal ini merupakan kewajiban perusahaan untuk menyiapkan ruang isolasi Covid-19 yang sesuai standar," tandas Liston.
Perusahaan berdialog dan memberikan pemahaman kepada manejemen PT MAS terkait tanggungjawabnya dalam menangani Covid-19.