Yahya Waloni Akhirnya Ditangkap Pasca MuhammadKece Diciduk, Ini Profil Mantan Pendeta Itu
Ia ditangkap di rumahnya di Bogor, Jawa Barat selang dua hari setelah tersangka penista agama Islam, MuhammadKece ditangkap.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Yahya Waloni yang juga tersangka kasus penistaan agama akhirnya ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada Kamis (26/8/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.
Ia ditangkap di rumahnya di Bogor, Jawa Barat selang dua hari setelah tersangka penista agama Islam, MuhammadKece ditangkap.
Yahya Waloni menjadi tersangka setelah dilaporkan Koordinator Masyarakat Cinta Pluralisme Christian Harianto pada 27 April 2021.
Christian menyatakan mantan pendeta yang terdaftar di Badan Pengelola Am Sinode GKI itu menyebut injil sebagai fiktif alias palsu dalam ceramahnya.
Hal ini dianggap sebagai tindakan ujaran kebencian berdasarkan SARA.
Berikut profil Yahya Waloni dikutip dari TribunWiki:
Yahya Waloni memiliki nama asli Yahya Yopie Waloni. Ia lahir di Manado pada 30 November 1970.
Sepak terjang Yahya Waloni dimulai saat ia menjadi anggota DPRD di salah satu kabupaten di Sulawesi Utara.
Pada tahun 2006, ia menjabat sebagai dosen di Universitas Balikpapan (Uniba).
Namun sebelum itu, Yahya menjabat di posisi Ketua Sekolah Tinggi Theologia Calvinis di Sorong pada tahun 2000-2004.
Kemudian, Yahya memutuskan untuk menjadi seorang pendeta yang terdaftar di Badan Pengelola Am Sinode GKI di Papua untuk wilayah VI Sorong-Kaimana.
Namun dalam perjalanan hidupnya, ia beserta keluarganya berpindah keyakinan ke Islam.
Ia dan sang istri resmi memeluk agama Islam pada 11 Oktober 2006 silam.
Kala itu ia dituntun oleh Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli yang bernama Komarudin Sofa untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.
Usai berpindah keyakinan itu, ia merubah namanya menjadi Muhammad Yahya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ustaz-yahya-waloni-ditangkap-di-kediamannya-di-daerah-cibubur.jpg)