Ketakutan Terbesar Warga Afghanistan Ternyata Bukan Taliban, Tapi Mereka Lebih Takut Hal Ini
Beberapa pihak mengaku lebih khawatir tentang ancaman krisis ekonomi Afghanistan, dan tidak mampu memberi makan keluarganya,
Kondisi Afghanistan terkini
AP melaporkan pada Selasa (31/8/2021), lalu lintas di sebagian besar Kabul yang biasanya kacau kembali dan pasar telah dibuka.
Di halte dan jalanan, polisi yang sama yang bertugas di pemerintahan Presiden Ashraf Ghani yang bersekutu dengan Washington masih melambaikan tangan mereka, sebagai upaya yang sering kali sia-sia untuk mengendalikan kekacauan.
Sementara itu, pasukan Taliban mengambil posisi di depan sebagian besar kementerian pemerintah.
Beberapa mengenakan seragam kamuflase, sedangkan yang lain mengenakan pakaian tradisional Afghanistan berupa celana baggy dan tunik panjang.
Pedagang kaki lima yang giat bahkan berhasil menghasilkan keuntungan, menjual bendera putih Taliban.
Shah Mohammad mengaku menghasilkan hingga 15 dollar AS (Rp 214.911) per hari, dengan menjual berbagai ukuran bendera, melewati lalu lintas dan menawarkan bendera kecil ke mobil yang lewat.
Dia juga memiliki bendera ukuran penuh yang ditawarkan. Sebelumnya, dia menjual kain untuk membersihkan mobil, mengatakan bahwa dia menghasilkan sekitar 4 dollar AS (Rp 57.309) sehari.
Warga Afganistan bermain bola voli di Shahr-e-Now Park, di Kabul, Afganistan, Senin, 30 Agustus 2021. (AP PHOTO/KHWAJA TAWFIQ SEDIQI)
Di Taman Chaman-e-Hozari yang luas, puluhan anak laki-laki bermain kriket dan sepak bola, permainan yang tidak disukai Taliban ketika mereka memerintah dari 1996-2001.
Mural raksasa masih menghiasi dinding semen raksasa di jalan. Lukisan-lukisan itu termasuk wanita yang menggendong anak kecil untuk mempromosikan perawatan kesehatan.
Masih ada juga mural bendera nasional Afghanistan. Sementara gambar lain di jalan menunjukkan salah satu pemimpin Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar, berpose dengan utusan perdamaian AS Zalmay Khalilzad.
Namun, keputusasaan finansial sangat membebani kota.
Tak ada pemasukan
Kementerian pemerintah yang mempekerjakan ratusan ribu orang hampir tidak beroperasi, bahkan ketika Taliban telah mendesak beberapa untuk kembali bekerja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/orang-orang-afghanistan-berkumpul-di-sepanjang-jalan.jpg)