Parah Ini, Ada BUMN Sudah Ditembus Paham Terorisme, Tugasnya Kumpulkan Dana, Polisi Punya Bukti
Saat ini polisi sudah punya bukti kalau ada BUMN yang sudah dimasuki oleh paham Terorisme, tugasnya disebut mengumpulkan dana Jamaah Islamiyah
TRIBUNPEKANBARU.COM - Polisi terus melakukan pergerakan dalam memberantas paham terorisme di negeri ini.
Sejumlah dugaan dan bukti terkait adanya paham terorisme kini tengah dikuak oleh pihak kepolisian.
Benarkah ada pegawai BUMN tapi punya paham radikalisme dan terorisme?
Baru-baru ini publik dikejutkan dengan penangkapan S terduga teroris dengan profesi sebagai pegawai di BUMN.
Bukan hanya terduga teroris, tapi S adalah pengumpul dana jaringan Jamaah Islamiyah yang dicap sebagai jaringan teroris.
S ditangkap Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dan jaringannya pun terkuak.
S nyaris tak terendus karena berlindung di balik profesinya sebagai karyawan BUMN, perusahaan pelat merah di Indonesia.
Namun polisi mengklaim punya bukti kuat keterlibatannya.
Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri mencokok empat terduga teroris di Bekasi, Jawa Barat dan Petamburan, Jakarta Barat, pada Jumat (10/9/2021) lalu. Empat teroris itu yakni MEK, S, SH, dan T alias AR.
Belakangan terungkap ternyata S merupakan karyawan dari perusahaan farmasi PT Kimia Farma.
Menurut Kabag Banops Densus 88 Kombes Pol Aswin Siregar, S tergabung dalam Perisai Nusantara Esa pada 2018.
Perisai Nusantara Esa merupakan sayap organisasi Jamaah Islamiyah dalam bidang advokasi.
Di Perisai Nusantara Esa S berperan menggalang dana.
"Terduga S alias MT adalah anggota fundraising Perisai pada tahun 2018," ujar Aswin, Senin (13/9/2021).
Selain itu, Aswin mengatakan S juga pernah menjadi pembina Perisai Nusantara Esa pada 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/profesor-penjual-bebek-ternyata-pentolan-teroris-punya-bunker-senjata-rakitan-dan-ahli-membuat-bom.jpg)