Breaking News:

Cekoki Putri Kandungnya dengan Obat Bius, Pria di Toba Ini Rudapaksa Anaknya Selama 4 Tahun

Sebelum pelaku merudapaksa putrinya itu, pelaku berinisial HM (49) lebih dulu mencekoki korban dengan obat bius.

Editor: Sesri
SCMP.com
ilustrasi dirudapaksa 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tak tahan bertahun-tahun dirudapaksa ayah kandungnya, YEM akhirnya buka suara mengadukan pada sang ibu.

Setelah mendengar laporan dari YEM, sang ibu kemudian mendatangi Polres Toba untuk membuat laporan.

Begitu menerima laporan tersebut, polisi pun menangkap HM di kediamannya.

"Dari laporan yang kami terima, pelecehan ini sudah dilakukan sejak tahun 2017 hingga terakhir 20 Juni 2021," kata Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya, Rabu (15/9/2021).

Sebelum pelaku merudapaksa putrinya itu, pelaku berinisial HM (49) lebih dulu mencekoki korban dengan obat bius.

Adapun modus pelaku, menawarkan minuman pada putrinya.

Baca juga: Ini yang Sebenarnya Terjadi Soal Kakek Pasrah Nikahi ODGJ, Sang Istri Ternyata Korban Pencabulan

Baca juga: Adik Istri yang Masih 11 Tahun jadi Pelampiasan, Pelaku Pencabulan Pasrah Digelandang Polisi

Akala mengatakan, kasus rudapaksa ini terbongkar tatkala korbannya berinisial YEM mengadu pada ibunya.

YEM sudah tak tahan lagi dinodai oleh ayahnya berulangkali.

Dari pengakuan YEM, setelah dia meminum minuman yang dibuat sang ayah, dirinya langsung mengantuk dan tidak sadarkan diri.

Setelah bangun tidur, YEM merasakan nyeri di bagian alat vitalnya.

YEM juga merasa kesakitan saat buang air kecil.

Atas perbuatan bejatnya itu, HM kini ditahan di Polres Toba dan disangkakan dengan Pasal 81 ayat (1) dan ayat (3) jo Pasal 76D subsidair Pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 76E undang undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang undang RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

HM terancam hukuman minimal 10 tahun penjara ditambah sepertiga dari ancaman pidana karena pelaku adalah orangtua korban.

( Tribunpekanbaru.com / Tribun Medan)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved