Rabu, 22 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Taliban Bantah Larang Perempuan Bersekolah, Ini yang Sebenarnya yang Mereka Lakukan

Taliban telah membantah tudingan yang menyebutkan pelajar SMP dilarang kembali ke sekolah.

Penulis: aries | Editor: Rinal Maradjo
WAKIL KOHSAR / AFP
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid berbicara dalam konferensi pers di Kabul pada 6 September 2021. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KABUL - Taliban telah membantah tudingan yang menyebutkan pelajar SMP dilarang kembali ke sekolah.

Tudingan itu muncul, ketika Kementerian Pendidikan Taliban memerintahkan siswa dan guru laki-laki dari kelas 6 hingga kelas 12 untuk kembali menjalankan aktivitas belajar mengajar seperti biasa.

Dalam instruksi itu, Kementerian Pendidikan Taliban menyebutkan spesifik untuk pelajar laki-laki tanpa menyebut pelajar perempuan.

Kekhawatiran muncul disebabkan oleh semasa memerintah pada tahun 1996 hingga 2001 di Afghanistan

rezim Taliban melarang perempuan dan anak perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan, sekaligus membatasi hak-hak mereka.

Namun kekhawatiran itu dibantah oleh juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid .

Dikutip Tribunpekanbaru.com dari CNN disebutkan,

Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan sistem transportasi dan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi pelajar perempuan.

“Ada aturan-aturan tertentu selama jam pelajaran mereka yang harus dipatuhi agar mereka bisa aman dan sehat,” katanya.

Mujahid juga mengatakan, tak hanya pelajar SMP, bagi mahasiswi dan siswa SMA juga akan diizinkan untuk terus belajar di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.

“Kami memiliki anak perempuan di perguruan tinggi yang melanjutkan pendidikan mereka baik di universitas swasta maupun yang didanai pemerintah.

Fokus kami saat ini adalah berusaha memberikan kesempatan bagi mereka pelajar kelas 6 hingga 12, dan itu sedang berlangsung,” katanya.

Sebelumnya, para pemimpin Taliban juga berulang kali berjanji untuk menghormati hak-hak perempuan,

bersikeras secara terbuka bahwa perempuan akan memainkan peran penting dalam masyarakat dan memiliki akses ke pendidikan.

Namun, kenyataan di lapangan di Afghanistan tampak jauh dari janji-janji itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved