Vaksin Johnson & Johnson, Hanya Perlu Satu Kali Suntik, Berikut Daftar Vaksin Covid-19 di Indonesia
Keunggulan Vaksin Johnson & Johnson atau Vaksin Janssen , hanya perlu satu kali suntikan, berikut daftar Vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia
Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Keunggulan Vaksin Johnson & Johnson atau vaksin Janssen , hanya perlu satu kali suntikan, berikut daftar Vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia .
Mengenai keunggulan Vaksin Covid-19 dengan nama Vaksin Johnson & Johnson atau vaksin Janssen ini akan dijelaskan Dokter Patologi Klinis Surakarta Tonang Dwi Ardyanto .
Dokter Patologi Klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardyanto memberikan penjelasan tentang alasan mengapa Vaksin Covid-19 Vaksin Johnson & Johnson atau vaksin Janssen hanya perlu satu kali suntikan.
Tonang mengatakan, vaksin Janssen menggunakan metode viral vector.
Metode tersebut sama dengan yang dipergunakan pada Vaksin CanSino, AstraZeneca dan Sputnik.
Seperti diketahui, Vaksin AstraZeneca dan Sputnik diberikan lewat dua kali suntikan, sementara vaksin Janssen dan CanSino hanya membutuhkan satu kali suntikan saja.
Alasan Johnson & Johnson dan CanSino hanya membutuhkan satu kali suntikan adalah karena kedua Vaksin tersebut memiliki adenovirus yang berbeda dengan dua Vaksin lainnya.
Tonang menegaskan, pada vaksin Janssen dan CanSino, virus vector-nya adalah adenovirus yang biasa menginfeksi pada manusia, tetapi ringan.
Ketika menjadi vector, maka tubuh membentuk antibodi terhadap Vaksin virus Covid-19 yang dititipkan, maupun terhadap virus vector yang membawanya.
Kalau nanti diberikan lagi Vaksin yang sama, maka virus vector tersebut akan "ditangkap" oleh antibodi yang sudah terbentuk.
"Maka virus vector tidak bisa menjalankan tugasnya membawa Vaksin Covid-19.
Itulah mengapa ada beda, pada Janssen dan CanSino hanya diberikan sebagai dosis tunggal," kata Tonang sebagaimana diberitakan Kompas.com, Minggu (12/9/2021).
Sementara itu, pada Vaksin AstraZeneca, yang dipergunakan adalah adenovirus yang biasanya menginfeksi simpanse.
Setelah disuntikkan, tubuh manusia membentuk antibodi terhadap Vaksin Covid-19 yang dibawa, tapi tidak banyak bereaksi terhadap virus vector-nya.
Sedangkan Vaksin Sputnik sebenarnya sama dengan vaksin Janssen dan CanSino, yakni menggunakan adenovirus yang biasa menginfeksi manusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/vaksin-johnson-johnson-covid-19.jpg)