Video Berita
VIDEO: Viral Desa Miliarder di Gresik, Sulap Lokasi Bekas Tambang Jadi Objek Wisata
Dengan latar belakang pemandangan bukit batu kapur yang instagramable, wisata Setigi menjadi primadona bagi warga Gresik dan sekitarnya
"Masih ada sentimen itu wajar," ujar pria yang kini belum genap berusia 40 tahun itu.
Bangkit setelah 2 tahun
Setelah dua tahun berjalan, Desa Sekapuk mulai bangkit. Kategori desa miskin pun mulai bergeser karena perekonomian warga desa mulai membaik.
Warga mulai merasakan dampak ekonomi dengan semakin banyaknya pengunjung ke wisata Setigi.
Dalam waktu tiga tahun, ia bisa membuka lapangan kerja untuk 899 kepala keluarga yang bergerak di jasa dan UMKM produk makanan minuman.
"Alhamdulillah dari masyarakat yang pendapatan awalnya Rp 400.000 sebulan bisa menjadi kisaran Rp 6 juta-Rp 7 juta per bulan," ujar Abdul Halim.
Mantan nakhoda kapal ini memiliki resep untuk memimpin warga desanya untuk bangkit dari kategori miskin dan tertinggal.
Resepnya, kata dia, harus "GILA", yang merupakan singkatan dari gagasan, ide, langsung, dan aksi.
"Resepnya tidak sulit, semua kegiatan harus gila (gagasan, ide, langsung, aksi).
Jangan terlalu lama dibahas," ucap dia.
Desa dengan 6.000 warga tersebut kini populer dengan sebutan Desa Miliarder karena unit usahanya mencapai angka miliaran rupiah per tahun.
Sementara itu, Ketua Bumdes Sekapuk Asjudi mengatakan, saat ini ada lima unit usaha di Desa Sekapuk.
Selain Wisata Setigi, mereka juga memiliki unit Perusahaan Air Masyarakat (PAM), usaha multijasa yang melayani simpan pinjam masyarakat, pengolahan sampah masyarakat, dan pengelolaan tambang.
Dari usaha tersebut, mereka mampu menyumbangkan pendapatan asli desa (PAD) sebesar Rp 2,047 miliar.
"Dari usaha-usaha tersebut, tahun lalu Bumdes berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 7 miliar, sehingga mampu menyumbang PAD sebanyak Rp 2,047 miliar," kata Asjudi.
Tahun ini pihaknya menargetkan laba Bumdes meningkat menjadi Rp 9,9 miliar dan menyumbang PAD sebesar Rp 3,412 miliar.
Dari laba tersebut, pihak Pemdes memberikan beasiswa kepada pelajar SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa asal Desa Sekapuk, baik yang berprestasi maupun dari keluarga tak mampu.
Punya lima kendaraan mewah
Abdul Halim, kepala desa, mengatakan bahwa Desa Sekapuk memiliki lima kendaraan mewah untuk operasional yang dibeli secara tunai.
Lima kendaraan tersebut adalah Alphard untuk Pemdes, Grand Livina untuk kelompok ibu-ibu PKK, Mazda Double Cabin untuk wisata, Expander untuk BUMDes, dan satu unit mobil ambulans standar Covid-19.
Menurut Abdul Halim, mobil mewah tersebut adalah bagian dari apresiasi pemerintah desa kepada warganya.
"Ini sebagai bukti bahwa warga Desa Sekapuk mampu bangkit dan sukses seperti sekarang," kata Abdul Halim.
Halim mengatakan akan terus melakukan pengembangan usaha di Desa Sekapuk karena dari blue print menunjukkan bahwa pembangunan yang sudah dijalankan masih 60 persen.