Uforia PPKM Level 2 Bisa Jadi 'Bom Waktu' Pandemi
Sulit menemukan pedagang di pasar itu seperti Mayang. Kebanyakan mereka memakai masker cukup sampai ke dagu. Bahkan tak sedikit yang tidak membawa mas
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Guruh Budi Wibowo
TRIBUNPEKANBARU.COM - Mayang masih enggan melepaskan maskernya saat melayani para pelanggannya di pasar Tangor, Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Kamis (30/9/2021). Botol kecil berisikan Hand Sanitizer pun masih tergantung di lehernya.
Wanita muda itu adalah salah satu pedagang pasar tradisional di Kota Pekanbaru yang masih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Kendati PPKM telah turun level, namun penambahan kasus Covid masih terjadi di Riau.
Per Kamis (30/9/2021), pasien positif Covid-19 di Riau bertambah 46 orang dan pasien meninggal sebanyak 2 orang.
Dua hari lalu, penambahan kasus harian Covid di Riau sebanyak 89 kasus. Meningkat 34 kasus dari hari sebelumnya yang hanya 55 kasus.
"Kita tak boleh lengah meski kasus Covid sudah turun. Kita tidak tau virus datang dari siapa," kata Mayang.
Sulit menemukan pedagang di pasar itu seperti Mayang. Kebanyakan mereka memakai masker cukup sampai ke dagu. Bahkan tak sedikit yang tidak membawa masker.
Mayang mengaku kerap menasihati rekan-rekan sesama pedagang di sana untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Namun nasihat itu tak digubris. Bukannya berterimakasih telah diingatkan, Mayang malah dicap cerewet.
Longgarnya protokol kesehatan di pasar tradisional tersebut sejak Pemerintah Kota Pekanbaru mengumumkan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 pada 21 September 2021.
"Mereka seolah sudah aman begitu level dua diberlakukan," ujar Mayang.
Tak hanya pedagang, sebagian besar pengunjung di Pasar Tangor juga banyak yang tidak lagi mengenakan masker. Padahal, saban hari pengelola pasar keliling sambil membawa toa untuk mengingatkan para pedagang dan pengunjung untuk mengenakan maskernya. Namun apa boleh buat, suara toa ditenggelamkan oleh hingar bingar aktifitas pasar.
"Imbauan tak berpengaruh, mereka sibuk melayani pelamnggan masing-masing," ujar Mayang.
Ternyata tak hanya euforia turun level, banyaknya pedagang pasar tersebut tidak memakai masker lantaran merasa sudah aman setelah mendapatkan vaksin. Mereka mengira jika Covid tak akan menginfeksi mereka lagi.
"Saya sudah divaksin penuh. Saya sudah aman," kata pedagang lainnya, Resti sambil melayani pembeli.
Padahal, menurut Ravina Kullar, PharmD, rekan dari Infectious Diseases Society of America dan staf pengajar di UCLA David Geffen School of Medicine, setiap orang yang telah mendapatkan vaksinasi tetap bisa menularkan virus kepada orang lain.
Jangan abai
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/sedikit-pedagang-tradisional-yang-disiplin-menerapkan-protokol-kesehatan.jpg)