Sist Sulit Orgasme? Ini Tips Agar Kaum Wanita Bisa Menggapai Puncak Bersama Suami
Faktanya, hanya seperempat dari peserta survei yang mencapai orgasme melalui hubungan badan. Itu pun terjadi dalam tahun pertama pernikahan.
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Guruh Budi Wibowo
TRIBUNPEKANBARU.COM - Orgasme wanita sering digambarkan sebagai pusat kepuasan seksual wanita dan tujuan akhir dari seks.
Tetapi banyak wanita tidak mengalami orgasme selama hubungan badan sampai usia 20-an atau bahkan 30-an, dan jumlah wanita yang mengatakan bahwa mereka selalu atau hampir selalu mengalaminya saat berhubungan badan menurun.
Ekspektasi sosial seputar orgasme wanita bisa sangat menyedihkan bagi wanita yang tidak selalu mengalaminya.
Prof. Osmo Kontula dari Population Research Institute di Family Federation of Finland di Helsinki menanyakan ke 8.000 lebih wanita di Finlandia tentang pengalaman seksual mereka.
Sebagian besar wanita di bawah usia 35 yang berpartisipasi dalam penelitian ini telah mengalami orgasme pertama mereka melalui masturbasi. Lebih dari seperempatnya terjadi saat mereka berusia belia.
Namun, rata-rata para wanita mengalami orgasme saat melakukan hubungan badan di masa muda.
Faktanya, hanya seperempat dari peserta survei yang mencapai orgasme melalui hubungan badan. Itu pun terjadi dalam tahun pertama pernikahan.
Dilansir dari Medical News Today, dari penelitian itu juga menyimpulkan durasi hubungan badan tidak menjamin orgasme pada wanita.
Prof. Kontula menemukan bahwa pada tahun 2015, hanya 6 persen wanita yang mengatakan bahwa mereka selalu mengalami orgasme saat berhubugan seksual dengan pasangannya.
Sementara 40 persen lainnya mengatakan nyaris mengapai orgasme, 16 persen wanita mengalami orgasme separuh waktu, dan 38 persen jarang mengalami.
Sedangkan 14 persen wanita di bawah usia 35 tahun tidak pernah mengalami orgasme sama sekali.
Sejak 1999, jumlah wanita yang mengalami orgasme saat berhubungan cenderung menurun.
Menurut Prof. Kontula, “Kunci untuk mencapai orgasme wanita yang lebih sering diidentifikasi dalam penelitian ini sebagai dalam pikiran dan dalam hubungan.”
"Kemampuan untuk berkonsentrasi pada saat itu; inisiasi seksual timbal balik; dan teknik seksual yang baik dari pasangan menjadi sangat penting untuk mencapai orgasme," katanya.
Kelelahan dan stres dan kesulitan berkonsentrasi, menurut Prof. Kontula menjadi penghambat bagi wanita mengalami orgasme.
“ Rasionalisme berlebihan adalah musuh terbesar orgasme. Sederhananya, berpikir memang memadamkan keinginan, tetapi orgasme datang ketika berpikir berhenti.” katanya.(Tribunpekanbaru.com).