Breaking News:

Kasus Korupsi di Riau, Mantan Bupati Bengkalis Amril Mukminin Ditahan di Rutan Pekanbaru

Amril Mukminin merupakan terpidana perkara korupsi suap proyek peningkatan Jalan Duri-Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Editor: Sesri
TribunPekanbaru/Doddy Vladimir
Tahanan KPK Bupati Nonaktif Amril Mukminin dengan tangan diborgol tiba di Rutan Kelas 1 Pekanbaru, Rabu (8/7/2020). Amril Mukminin dipindahkan penahanannya dari Jakarta ke Pekanbaru, pemindahan ini dalam rangka melaksanakan penetapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Mantan Bupati Bengkalis Amril Mukminin dieksekusi ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Pekanbaru, Jumat (22/10/2021) kemarin.

Untuk diketahui, Amril Mukminin merupakan terpidana perkara korupsi suap proyek peningkatan Jalan Duri-Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA), Amril Mukmimin dijatuhi hukuman 4 tahun penjara.

Putusan ini sama dengan yang dikeluarkan Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru.

Hukuman untuk Amril Mukmimin ini lebih rendah dari yang diputuskan Pengadilan Tipikor Pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, yaitu 6 tahun kurungan penjara.

Selain itu, lanjut Ali, Amril juga dibebankan membayar pidana denda sebesar Rp 300 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Proses eksekusi dilakukan Jaksa KPK Leo Sukoto Manalu. Eksekusi ini dilakukan berdasarkan putusan MA RI Nomor : 2941-26/06/2021 tanggal 26 Agustus 2021 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PT Pekanbaru Nomor : 24/PID.SUS.TPK/2020/PT PBR tanggal 21 Januari 2021 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru Nomor : 27/Pid.Sus-TPK/ 2020/ PN Pbr tanggal 9 November 2020 yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Memasukkan (Amril Mukminin, red) ke Rumah Tahanan Negara Kelas I Pekanbaru untuk menjalani pidana penjara selama 4 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan,” kata Pelaksana Tugas (PLT) Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

Amril Mukmini terbukti menerima suap senilai Rp5,2 miliar dari PT Citra Gading Asritama (CGA), perusahaan pelaksana proyek jalan Duri - Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Selain suap, Amril Mukmimin diyakini pula menerima gratifikasi dari Direktur Utama PT Mustika Agung Sawit Sejahtera, Jonny Tjoa sebesar Rp 12.770.330.650 dan dari Direktur PT Sawit Anugrah Sejahtera, Adyanto sebesar Rp10.907.412.755.

( Tribunpekanbaru.com /Rizky Armanda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved