Rabu, 29 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ada Pula Kripto Squid Game: Eh Ternyata Palsu, Investor Merugi Ratusan Juta

kripto yang terinsipirasi dari serial Netflix Squid Game ini diperdagangkan dengan harga 0 dollar AS pada Senin (1/11/2021)

Tribun
Murid dilarang kenakan kostum squid game 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Film Squid Game beberapa waktu lalu menjadi trending di dunia.

Penonton film ini meledak.

Salah satu efek dari film ini ialah munculnya, Mata uang kripto Squid Game (SQUID).

Mata uang itu mendadak muncul pada Oktober lalu.

Bahkan sempat meroket dan menyentuh harga tertinggi 2.861 dollar AS (sekitar Rp 40,7 juta) per keping.

Namun, kripto yang terinsipirasi dari serial Netflix Squid Game ini diperdagangkan dengan harga 0 dollar AS pada Senin (1/11/2021) waktu setempat.

Media teknologi Gizmodo menyebut anjloknya harga kripto ini disebabkan adanya pencurian yang disebut "rug pull".

Rug pull adalah sebuah tindakan penipuan yang dilakukan di dunia kripto, di mana pembuat kripto membuat proyek palsu dan kemudian membawa kabur dana yang ia peroleh dari investor.

Dalam kasus ini, pihak pembuat koin kripto Squid Game mencairkan koin mereka dan menukarkan dengan uang sungguhan.

Diperkirakan para pembuat kripto Squid Game mengantongi sekitar 2,1 juta dollar AS (sekitar Rp 29,9 miliar) dari pencurian ini.

CoinMarketCap mencatat, sebelum adanya aktivitas rug pull ini, kapitalisasi pasar uang kripto Squid Game bahkan berada di atas 2 juta dollar AS.

Saat pertama kali hadir, kripto Squid Game ini mengundang perhatian publik. Tak sedikit dari trader yang berbondong-bondong menginvestasikan dana mereka untuk membeli mata uang kripto dengan logo cumi-cumi ini.

Mulanya, SQUID meluncur pada Oktober dengan harga sebesar 0,01 dollar AS. Hanya dalam waktu singkat, nilai koin ini meroket seketika dan menyentuh harga tertinggi 2.861 dollar AS (sekitar Rp 40,7 juta)

Namun euforia tersebut tidak berlangsung lama. Pada pukul 5.40 pagi waktu setempat, nilai koin tersebut mendadak merosot ke level 0,003222 dollar AS, sebagaimana dikutip KompasTekno dari CNN, Selasa (2/11/2021).

Sempat Dicurigai

Sejak diluncurkan pada akhir Oktober lalu, koin SQUID sebenarnya menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan. Salah satunya terlihat pada situs web koin, yakni SquidGame.cash.

Situs ini terbilang janggal karena memiliki banyak kesalahan ejaan dan penulisan pada kalimat yang tertera di dalamnya.

SquidGame.cash juga masih tergolong sebagai website baru, sebab baru diresmikan pada 12 Oktober lalu, terpaut dua minggu sejak kemunculan koin SQUID.

Hal janggal lainnya terdapat pada akun Telegram dan Twitter yang mengiklankan koin SQUID. Kedua akun tersebut tidak mengizinkan pengguna lain untuk memberikan komentar di unggahan.

Di luar dua faktor tersebut, terdapat satu aspek yang paling mencurigakan. Pengguna diberikan akses untuk membeli koin SQUID, namun tidak dapat menjualnya.

Situs SquidGame.cash bahkan menjanjikan adanya permainan Squid Game yang akan diluncurkan dalam beberapa waktu mendatang.

Nyatanya permainan tersebut tidak akan dilaksanakan dalam waktu dekat, sebab pihak pembuat koin sudah melarikan diri dengan semua uang milik investor.

Rugi

Seorang investor asal China mengaku rugi hingga ratusan juta akibat merogoh seluruh tabungannya untuk membeli mata uang kripto yang dinamai dari serial Netflix populer Korea Selatan, "Squid Game".

Dilansir dari CNBC, Rabu (3/11/2021) Bernard mengatakan, begitu ia melakukan penelusuran lewat Google dengan membaca judul beirta yang terdapat di Google, tanpa membaca artikel secara penuh, ia memutuskan untuk membeli SQUID dengan seluruh uang tabungannya sebesar 28.000 dollar AS atau sekitar Rp 394,8 juta.

SQUID sendiri merupakan koin kripto yang melabeli diri mereka sendiri sebagai aset yang dimainkan untuk mendapatkan nilai lebih atau "play to earn".

Pada perdagangan Senin (1/11/2021) lalu, SQUID mencetak rekor harga tertinggi di 2.860 dollar AS per keping atau sekitar Rp 40,32 juta per keping sebelum akhirnya merosot tajam mendekati Rp 0.

"Satu-satunya keputusan saya yang sangat terburu-buru untuk membeli koin tersebut yakni, Squid Game sedang sangat populer saat ini, dan koin terkait dengan hal itu juga pasti sangat populer saat ini," ujar Bernard.

Ia pun tak ingin mengungkapkan lebih jauh mengenai identitasnya lantaran saat ini, aset kripto dilarang untuk digunakan sebagai alat investasi di China.

"Ini adalah tragedi, saya tidak tahu cara untuk menutupi kerugian ini," ujar dia.

Bernard mengatakan, ia adalah tulang pungguh keluarga dan saat ini kebingungan bagaimana ia bisa membayar beragam kebutuhan rumah tangga.

Untuk diketahui, berdasarkan catatan transaksi yang terekam dalam BscScan menunjukkan, pembuat koin SQUID yang tidak diketahui identitasnya mengumpulkan 3,4 miliar dollar AS atau Rp 47,94 triliun yang didapatkan dari dana investor.

Ekosistem kripto dipenuhi dengan skema “tarik karpet” yakni ketika pendiri token tiba-tiba meninggalkan proyek mereka dan membawa dana investor bersama mereka dengan menukar koin proyek dengan uang tunai.

“Squid Game Dev tidak ingin melanjutkan proyek karena kami tertekan dari scammers dan diliputi stres,” ujar pengembang SQUID lewat akun Telegram mereka yang sekarang memiliki lebih dari 89.000 anggota.

Buku putih yang merupakan dokumen berisi catatan proyek mengenai konsep aset kripto, sekaligus laman dari SQUID saat ini telah menghilang. Meski di sisi lain, salinan dari buku putih tersebut masih beredar secara online.

Twitter untuk sementara membatasi akun SQUID karena alasan aktivitas yang mencurigakan.
Pencipta SQUID juga tidak menanggapi beberapa email yang dikirim CNBC ke alamat yang tercantum di situs web.

( Tribunpekanbaru.com / Tribunnews )

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved