Breaking News:

Berita Siak

Pemkab Siak Adakan Jelajah Sejarah, Mengenang 262 Tahun Perang Guntung

Pemkab Siak mengadakan jelajah sejarah, mengenang 262 tahun Perang Guntung. Bupati Siak Alfedri, Rabu memimpin rapat persiapan napak tilas.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Pemkab Siak
Bupati Siak Alfedri memimpin rapat persiapan napak tilas dan jelajah sejarah Tengku Buwang Asmara, Rabu (3/11/2021) di kantor Bupati Siak. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Pemkab Siak akan mengadakan jelajah sejarah, mengenang 262 tahun Perang Guntung. Bupati Siak Alfedri, Rabu (3/11/2021) memimpin rapat persiapan napak tilas.

Sejarah Perang Guntung yaitu perjuangan Sultan II Siak  yang berhasil memenangkan perang di Selat Guntung, bagian hulu Sungai Siak.

Untuk itu Pemkab Siak getol mengusulkan Sultan II Siak, Mahmud Abdul Jalil Muzaffarsyah atau Tengku Buwang Asmara menjadi pahlawan nasional.

Pengusulan itu disebabkan perjuangan Tengku Buwang Asmara yang berhasil menang dalam perang di Selat Guntung tersebut.

Agar memperkuat wawasan masyarakat Siak terkait peristiwa penting itu, diusulkanlah Tengku Buwang Asmara menjadi pahlawan nasional.

Pengusulan itu sedang dalam proses.

Berkaitan dengan peringatan peristiwa tersebut serta upaya mengangkat menjadi pahlawan nasional, Bupati Siak bakal melaksanakan jelajah sejarah dan napak tilas ke lokasi peristiwa tersebut, yakni Selat Guntung, kecamatan Sabak Auh.

Sementara itu Camat Sabak Auh Tengku Mukhatasar menyampaikan napak tilas dan jelajah sejarah Tengku Buwang Asmara ini bakal digelar pada 6 November 2021.

Kegiatan berupa bersepeda dengan menempuh rute sejauh 61,5 Km.

“Gowes ini dimulai dari Kampung Tengah Kecamatan Mempura dan finish di Tugu Perang Guntung kecamatan Sabak Auh. Pak Bupati dan sejumlah kepala OPD serta tokoh masyarakat akan ikut mendayung sepeda memeriahkan kegiatan ini nanti,” kata dia, Rabu (3/11/2021).

Selain itu, kata Mukhtasar, kegiatan bersepeda ini juga bakal diikuti peserta dari berbagai komunitas, dan camat se kabupaten Siak. Rute dimulai dari Kampung Tengah menuju Paluh, Koto Ringin, Sungai Limau, Dusun Pusako, fery penyebrangan Teluk Masjid, Bandar Sungai dan finish di SelT Guntung.

Menambah memeriahkan kegiatan ini pihak kecamatan Sabak Auh juga akan menggelar berbagai kegiatan. Semisal lomba mewarnai dengan melibatkan 50 peserta dari TK dan SD, lomba mendogeng, bacaan puisi dan sajak serta door prize.

"Kami akan membuat kegiatan seperti lomba paca puisi, mendongeng dan melukis, selain itu kami akan melibatkan seluruh masyarakat Sabak Auh," kata dia.

Sementara itu, Bupati Siak Alfedri mengatakan, napak tilas dan jelajah sejarah ini untuk menggaungkan nama Tengku Buwang Asmara.

Jika semua persyaratan, dokumen-dokumen sudah lengkap, pada 2022 berkas diajukan.

“Paling lambat tahun 2023 kita sudah masukkan berkas. Karena akhir tahun ini kita akan melakukan seminar internasional tentang Tengku Buwang Asmara,” ujarnya.

Menurut Alfedri, pengusulan Tengku Buwang Asmara sebagai pahlawan nasional dibutuhkan komitmen bersama Pemerintah daerah dan masyarakat kabupaten Siak. Sebagai bentuk dukungan masyarakat, terutama masyarakat yang berada di wilayah tempat terjadinya perang guntung agar membumbuhkan tandatangan di kain putih.

“Pada kegiatan napak tilas nanti harus disiapkan kain putih untuk pembubuhan tandatangan,” kata dia.

Ia juga minta, semua yang berkaitan dengan sosok calon pahlawan yang diusulkan digaungkan lewat media sosial. Tujuannya agar Tengku Buwang Asmara ini dapat dikenal secara luas. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved