Breaking News:

Berita Siak

Beruang Madu Mati Mengenaskan di Siak, Kaki Terluka Kena Jerat, Kelaparan dan Dehidrasi

Mati mengenaskan, beruang madu jantan ditemukan jadi bangkai di kawasan hutan produksi, Kabupaten Siak, Riau

Penulis: Dodi Vladimir | Editor: Nurul Qomariah
Ist
Ilustrasi beruang madu. Beruang madu ditemukan mati mengenaskan di Siak, kaki terluka kena jerat, kelaparan dan dehidrasi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Mati mengenaskan, beruang madu jantan ditemukan jadi bangkai di kawasan hutan produksi, Kabupaten Siak, Riau.

Beruang madu tersebut kakinya terluka akibat terkena jeratan.

Tak hanya dalam keadaan terikat tali jeratan di bagian kaki kiri, nyawa beruang jantan itu melayang diduga karena dehidrasi dan kelaparan.

Beruang madu itu diperkirakan sudah tiga hari mati. Ia tidak bisa bergerak karena kaki terikat tali jeratan.

Awalnya, informasi adanya beruang madu mati itu berasal dari laporan dari kelompok tani madu hutan binaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tahuran Minas, Kabupaten Siak.

Kelompok tani melapor kepada pihak Balai Besar Knservasi Sumber Daya Alam atau BBKSDA Riau bahwa ada bangkai beruang madu yang terjerat.

Kabid Teknis BBKSDA Riau, Mahfud mengatakan, dari laporan tersebut tim BBKSDA Riau bersama masyarakat menuju lokasi ditemukannya beruang madu mati.

Tim kemudian memindahkan bangkai beruang dan dibawa ke BBKSDA Riau untuk dilakukan nekropsi atau bedah bangkai.

"Dari hasil pemeriksaan beruang diperkirakan mati sudah tiga hari, akibat kaki beruang terkena jerat,”ujar Mahfud kepada wartawan, Senin (8/11/2021).

“Dari terkena jerat beruang madu berjenis kelamin jantan itu mengalami dehidrasi dan kelaparan," imbuhnya.

Mahfud menambahkan, sebelumnya BBKSDA Riau menerima laporan dari masyarakat kelompok tani madu hutan tersebut, terkait kemunculan beruang madu di lokasi.

Beruang madu sempat memakan stup madu milik petani madu hutan.

Adanya temuan beruang madu akibat jeratan tim BBKSDA Riau akan melakukan operasi sapu jerat di sekitar lokasi, hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya kematian satwa dilindungi.

( Tribunpekanbaru / Doddy Vladimir )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved