Liga 2
Penyakit Kronis PSPS Riau di Liga 2 2021: Set Pieces
PSPS memiliki penyakit kronis di liga 2 musim ini. Yakni menghadapi situasi set pieces (bola mati).
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - PSPS memiliki penyakit kronis di liga 2 musim ini. Yakni menghadapi situasi set pieces (bola mati).
Disebut penyakit kronis, karena ini menjadi sakah satu titik lemah PSPS.
Bahkan lawan-lawannya pun mengeksplorasi titik lemah tim berjuluk Asykar Bertuah tersebut.
Disebut titik lemah karena, situasi set pieces awal mula kekalahan PSPS.
Dari 7 gol yang bersarang ke gawang PSPS musim ini, 6 gol berawal dari situasi set pieces.
Hanya 1 gol yang berawal dari open play.
Yakni kala dicetak Nur Iskandar untuk gol kedua Sriwijaya FC di putaran pertama lalu.
Diputaran pertama, ada 4 gol yang bersarang ke gawang PSPS lewat set pieces.
Gol Semen Padang yang dicetak Dedi Gusmawan berawal dari tendangan bebas.
Juga KS Tiga Naga lewat Diecky.
Dua gol Sriwijaya juga berasal dari situasi bola mati. Gol Telaubun berawal dari tendangan sudut dan gol Ikhwan berawal dari tendangan bebas.
Diputaran kedua, gawang PSPS kebobolan 2 gol dan semuanya berawal dari set pieces.
Saat laga perdana putaran kedua, hasil seri 1 - 1 dengan Semen Padang. Gol Semen Padang dicetak Tri Rahmad Priadi.
Gol Tri Rahmad Priadi juga berawal dari bola mati. Saat itu lewat sepak pojok.
Kemudian gol KS Tiga Naga diputaran kedua. Memang gol bunuh diri gelandamg PSPS. Namun berawal dari tendangan bebas yang dieksekusi kapten KS Tiga Naga, Ghulam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pemain-psps-riau-di-liga-2-jelang-psps-riau-vs-ks-tiga-naga.jpg)