Video Berita
VIDEO: BBKSDA Riau Evakuasi Tapir yang Matanya Terluka dari Kuansing
BBKSDA Riau mengevakuasi seekor tapir yang terluka di Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi.
Penulis: Theo Rizky | Editor: aidil wardi
TRIBUNPEKANBARU.COM - Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengevakuasi seekor tapir yang terluka di Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
Menurut Plh. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Hartono awalnya Tim Balai Besar KSDA Riau mendapat laporan dari masyarakat adanya satwa dilindungi berkeliaran di kebun warga, Jumat (12/11/2021).
Menurut warga, tapir yang berkeliaran itu terluka di bagian matanya.
Selanjutnya pada Sabtu (13/11/2021) Tim Bidang KSDA Wilayah I Rengat segera turun ke lolasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut, disusul oleh Tim medis Balai Besar KSDA Riau dari Pekanbaru.
Sesampai di desa tersebut, Tim melakukan koordinasi dengan Sekdes Lubuk Ambacang (bapak Imas) terkait satwa tapir yang terluka di kebun karet warga atas nama Said Hasim.
Tim didampingi Sekdes dan beberapa masyarakat setempat menuju lokasi tapir tersebut. Menurut keterangan warga, Tapir sudah satu hari berada di areal kebun milik Said Hasim.
Kemudian tim mengamankan satwa di lokasi dan memberikan air serta makanan dedaunan ubi kayu untuk pertolongan pertama upaya yang dilakukan agar kondisi satwa tetap terjaga.
Setelah tim medis Balai Besar KSDA Riau tiba di lokasi, segera dilakukan upaya pertolongan medis atau pengobatan luka pada bagian sekitar mata kanan tapir.
Pemberian obat untuk pencegahan infeksipun dilakukan.
Kemudian tim melakukan identifikasi terhadap satwa tersebut.
Satwa adalah jenis Tapir/Cipan (Tapirus indicus ), berjenis kelamin jantan, berumur sekitar 5 tahun, panjang 1 m 20 cm, dan kondisi lemah serta terdapat luka (membusuk) dibagian pinggir mata sebelah kanan. erilaku Tapir relatif jinak dan tidak takut dengan kedatangan manusia di sekitarnya.
Disampaikan Hartono, tim menyampaikan ucapan terima kasih atas upaya warga dalam membantu mengamankan satwa Tapir tersebut sebelum Tim Balai Besar KSDA Riau datang sampai Tim melakukan pengobatan.
"Tim juga memberikan sosialisasi terkait satwa dilindungi termasuk Tapir serta upaya penanganan konflik satwa liar. Tim berharap kepada warga untuk selalu berkomunikasi dengan Balai Besar KSDA Riau terkait adanya satwa liar yang dilindungi," katanya.
Melihat kondisi satwa yang terluka cukup serius, tim memutuskan untuk mengevakuasi tapir ke kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau agar dapat dirawat secara intensif.
Tapir dimasukkan ke kandang evakuasi yang telah disiapkan Tim dan dibawa ke kantor Balai Besar KSDA Riau di Pekanbaru.