9 Pasien Covid di Riau Dirawat, Alami Gejala Sedang Hingga Berat
Penularan Covid-19 masih terjadi di Riau, bahkan ada yang mengalami gejala berat. Warga pun diminta tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Guruh Budi Wibowo
TRIBUNPEKANBARU.COM - Masyarakat Riau diminta tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebab, pandemi Covid-19 belum berakhir.
Buktinya, 9 pasien Covid di Riau terpaksa harus dirawat di rumah sakit lantaran mengalami gejala sedag hingga berat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Minggu (21/11/2021) mengungkapkan, masih ada 33 kasus Covid aktif di Riau.
Kasus aktif tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota.
"Dari 12 kabupaten dan kota hanya dua daerah yang nihil dari kasus Covid, yaitu Kepualauan Meranti dan Rokan Hulu," ujar Mimi.
Dari 33 kasus aktif tersebut kata Mmimi 24 kasus di antaranya menjalani isolasi.
Sedangkan lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
"Paling banyak terdapat di Kota Pekanbaru, ada 10 kasus. Sebanyak 4 pasien menjalani isolasi dan 6 pasien dirawat di rumah sakit," ujarnya.
Daerah kedua terbanyak kasus Covid terdapat di Bengkalis dengan 9 kasus.
Dari 9 kasus tersebut, 7 kasus menjalani isolasi dan 2 dirawat di rumah sakit.
"Selanjutnya di Pelalawan masih ada 1 kasus aktif yang saat ini masih menjalani isolasi," ujarnya.
Selanjutnya di Indragiri Hulu dengan 2 kasus aktif yang menjalani isolasi.
Kemudian di Indragiri Hilir dan Kota Dumai yang masing-masing terdapat 1 kasus aktif isolasi mandiri.
"Di Siak ada 1 kasus aktif yang menjalani isolasi mandiri, selanjutnya di Kuansing ada ada dua kasus aktif. Rokan Hilir ada satu kasus aktif,"
Selain itu ada pula kasus impor dari provinsi lain sebanyak dua kasus aktif yang sedang menjalani isolasi.
Dengan masih adanya kasus Covid-19 di Riau, Mimi meminta warga untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, terlebih dengan adanya varian Delta Plus yang telah ditemukan di negara tetangga, Malaysia dan Singapura.
Namun, tidak semua warga yang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatam.
Mereka yang awalnya patuh, kini mulai abai memakasi masker. Mereka menganggap dirinya telah kebal dari Covid-19 lantaran telah menerima vaksin lengkap.
"Saya sudah dua kali divaksin, jadi sudah kebal," ujar Marsaulina, warga Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.
Kendati demikian, Marsaulina masih menjaga jarak dan rajin cuci tangan sepulang dari luar.
Rendy, warga lainnya juga mengaku tak lagi menerapkan protokol kesehatan dengan ketat lantaran sudah divaksin sebayak dua kali.
Warga Kecamatan Tampan itu hanya memakasi masker jika pergi ke mall atau tempat pelayanan publik.
"Kalau ke tempat lainnya enggak, ya karena mulai bosan saja pakai masker. Lagipula saya sudah divaksin dua kali," ujarnya.
Padahal, fungsi vaksin adalah apabila terinfeksi tingkat keparahan penyakit orang yang sudah divaksin lebih rendah dibanding orang yang belum menerima vaksin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-provinsi-riau-mimi-yuliani-nazir-di-gedung-daerah-provinsi-riau.jpg)