PPKM Level 1 Di Kota Pekanbaru Munculkan Harapan Baru Bagi Warga
Penerapan PPKM Level 1 yang dilakukan Kota Pekanbaru menjadi berkah tersendiri bagi sejumlah warga. Mereka bisa bekerja dan mencari nafkah.
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Guruh Budi Wibowo
TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 yang diterapkan Kota Pekanbaru sejak Selasa (23/11/2021) kemarin menjadi harapan baru bagi sejumlah warga di kota yang berjuluk Kota Bertuah itu.
Mereka berharap, roda perekonomian kembali berputar dan perusahaan-perusahaan di Kota Pekanbaru merekrut tenaga kerja.
Raisya, seorang gadis muda warga Kelurahan Pebatuan, Kecamatan Tenayan Raya merasa bersyukur karena Kota Pekanbaru telah menerapkan PPKM Level 1.
Gadis hitam manis baru lulus SMK itu mengaku mendapatkan kerja berkat Kota Pekanbaru telah PPKM Level 1.
Beruntung ia telah divaksin penuh sehingga ia bisa melamar kerja.
Hari ini, Kamis (25/11/2021) merupakan hari ketiga ia bekerja di pabrik roti yang terletak di Jalan Imam Munandar, .
Gadis berjilbab itu berharap bisa mengumpulkan uang untuk menebus impian ibunya.
Raisya tinggal bersama ayah, ibu serta tiga saudara di gubuk reot.
Hampir seluruh bagian rumahnya telah lapuk dan digerogoti rayap hingga rumahnya condong ke kiri.
Beruntung rumahnya diapit oleh dua rumah tetangga, sehingga membuat rumah mereka terlindung dari hempasan angin.
"Harapan Raisya ingin merenovasi rumah, agar tak jadi beban pikiran mamak. Ia selalu khawatir rumah kami rubuh setiap hujan deras dan angin kencang," ujar Raisya polos.
Penghasilan ayahnya yang seorang kuli bangunan hanya cukup untuk makan dan biaya sekolah adik-adiknya.
Jika tak dapat kerjaan, mereka terpaksa ngutang di warung jelang ayahnya dapat pekerjaan.
Sementara ibu Raisya telah lama buta. Sejak melahirkan adik bungsunya 12 tahun silam, ibunya tak lagi bisa melihat.
Sebagai anak sulung di keluarganya, Raisya mengaku bertanggungjawab memberikan rumah yang layak bagi keluarganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-covid-19.jpg)