Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Techno

Segera HAPUS, 15 Aplikasi Android Ini Sudah Disusupi Virus Joker, Dampaknya Sangat Merugikan 

Virus Joker ini berkerja diam-diam dengan mengarahkan pengguna untuk berlangganan ke layanan online di latar belakang ketika mendownload aplikasi.

Editor: CandraDani
Pro.co.id
Mengenal Virus Joker yang Dapat Kuras Isi Rekening Tanpa Sepengetahuan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kasus ponsel Android disusupi virus Joker belakangan marak terjadi.

Tercatat, ada beberapa aplikasi di Google PlayStore yang berpotensi terinfeksi virus ‘Joker’.

Apa itu Virus ‘Joker’?

Virus Joker adalah sebuah malware yang menginfeksi aplikasi populer untuk pengguna ponsel bersistem operasi Android.

Dikutip dari news18.com, virus ini akan menyerang ponsel Android ketika sedang mendownload aplikasi yang terinfeksi.

Secara teknis, malware Joker masuk dengan cara merubah sedikit pengaturan di Google Play Store dengan kode yang dimilikinya serta memaksa masuk ke sistem pengamanan dan melakukan pemeriksaan di dalamnya.

Virus ini terkenal sangat sulit untuk dihilangkan serta dapat muncul kembali walaupun sudah dibersihkan.

Virus 'Joker' pertama kali ditemukan pada tahun 2017 dan selama bertahun-tahun, Google berusaha keras untuk melindungi pengguna adri virus ini.

Dikutip dari Kompas.com, bahkan sejak saat itu sistem pertahanan Google Play Store telah menghapus sekitar 1.700 aplikasi yang mengandung virus ‘Joker’ sebelum diunduh oleh pengguna.

Lalu pada September 2020, virus ‘Joker’ ditemukan kembali di 24 aplikasi Android yang ternyata telah diunduh oleh lebih dari 500 ribu pengguna sebelum dihapus.

Saat itu ternyata virus ‘Joker’ diduga telah sudah menyebar ke lebih dari 30 negara termasuk Amerika Serikat, Brasil, dan Spanyol.

Cara Kerja Virus ‘Joker

Lebih detailnya, virus Joker mampu mencuri uang secara diam-diam dengan mengarahkan pengguna untuk berlangganan ke layanan online di latar belakang ketika mendownload sebuah aplikasi tanpa diketahui.

Selain itu virus ini juga mampu mengklik iklan online secara otomatis dan dapat mengakses kode OTP dari SMS ketika mungkin Anda sedang melakukan persetujuan terkait pembayaran.

Pengguna bahkan akan tidak mengetahui jika mereka berlangganan suatu layanan online apabila tanpa mengecek tagihan pembayaran pada bank yang dipakai.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved