Senin, 13 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Polisi Tembak 2 Pria di Exit Tol, Satu Tewas, Berawal dari Mobil Staf Anggota Dewan yang Dibuntuti?

Penembakan 2 pria oleh polisi di exit Tol Bintaro, Pondok Pinang, Jakarta Selatan disebut-sebut berawal dari mobil staf anggota dewan yang dibuntuti

Editor: Nurul Qomariah
nonstop.i-mer.id
Ilustrasi. Polisi tembak 2 pria di exit tol Bintaro, satu tewas, berawal dari mobil staf anggota dewan yang dibuntuti? 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Kejadian penembakan 2 pria oleh polisi di exit Tol Bintaro, Pondok Pinang, Jakarta Selatan disebut-sebut berawal dari mobil staf anggota dewan yang dibuntuti. Pada kejadian itu satu orang meninggal dunia.

Pelakunya seorang polisi berinisial Ipda OS yang bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Ipda OS diketahui tergabung dalam Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya.

"Pelaku penembakan adalah Ipda OS. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan, di Polda Metro Jaya, Selasa (30/11/2021).

Kejadian penembakan berlangsung pada Jumat (26/11/2021) lalu.

Dua orang terkena peluru yang ditembakkan Ipda OS.

Akibat penembakan itu, satu orang di antaranya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Kendati demikian, hingga saat ini Ipda OS belum ditetapkan sebagai tersangka.

Pihak kepolisian masih mendalami apakah penembakan yang terjadi sesuai atau justru melanggar standar operasional prosedur (SOP).

Tak hanya itu, penyidik belum mendapatkan dua alat bukti yang cukup kuat untuk menetapkan Ipda OS sebagai tersangka.

"Saat ini yang bersangkutan belum ditetapkan tersangka. Kenapa? Karena untuk menetapkan tersangka harus minimal dua alat bukti," ungkap Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat, Selasa, dikutip dari Kompas.com.

Masih berdasarkan penuturan Tubagus, pihaknya baru mendapatkan bukti soal kebenaran aksi penembakan yang dilakukan Ipda OS.

Namun, tujuan pelaporan dari seorang warga hingga berujung penembakan, masih didalami.

Karena itu, penyelidikan akan dilakukan oleh Bidang Propam Polda Metro Jaya yang bekerja sama dengan Divisi Propam Mabes Polri.

"Itu benar terjadi, tetapi maksud tujuan pelaporan masih didalami," kata Tubagus.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved