Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Bukan Kehilangan Penciuman, Ini Gejala Varian Omicron: Lebih Cepat Menular

Seiring berjalannya waktu, varian Omicron mulai menyebar ke berbagai negara di dunia.varian Omicron disebut lebih cepat menular.

SHUTTERSTOCK/natatravel
Covid varian Omicron mengganas 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pandemi masih terjadi di dunia dengan bermutasinya Virus Covid-19 ini.

Varian terbaru dari Corona ialah varian Omicron.

varian Omicron pertama kali ditemukan di wilayah Afrika Selatan (Afsel).

Seiring berjalannya waktu, varian Omicron mulai menyebar ke berbagai negara di dunia.

varian Omicron disebut lebih cepat menular.

Kendati demikian menurut seorang dokter yang pertama kali mendeteksi Covid-19 varian Omicron di Afsel, Angelique Coetzee mengatakan, sejauh ini pasien yang terinfeksi varian virus Corona tersebut hanya menunjukkan gejala ringan.

Selain itu, dilansir dari BBC, Coetzee menambahkan, pasien yang terinfeksi virus Corona varian Omicron pun bisa dirawat di rumah.

"Keluhan yang disampaikan pasien (Omicron) biasanya adalah merasa sangat capek selama satu atau dua hari. Gejala lainnya adalah sakit kepala, badan terasa sakit dan tenggorokan serak," kata Coetzee.

"Mereka tidak batuk-batuk, tidak juga kehilangan indra penciuman maupun indra rasa," imbuhnya.

Coetzee menjelaskan, gejala infeksi varian Omicron pada tahap awal tak jauh berbeda dengan infeksi virus pada umumnya.

"Karena kami tak mendapati kasus (baru) Covid-19 dalam delapan hingga 10 pekan terakhir, kami memutuskan untuk melakukan tes," ucapnya.

Seperti yang terjadi pada 18 November 2021, klinik yang dikelola Coetzee menerima sejumlah pasien yang memperlihatkan gejala yang berbeda dari gejala sakit yang diakibatkan oleh virus Corona varian Delta.

Para pasien yang datang ke kliniknya itu mengeluh sangat lelah selama dua hari, sakit kepala, dan sakit di sekujur tubuh.

Coetzee pun menduga "ada sesuatu yang sedang terjadi" dan memutuskan untuk melaporkannya ke otoritas kesehatan di Afrika Selatan.

"Mungkin sudah menyebar di negara-negara lain" ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved