Breaking News:

Rapat Anggota Kopsa-M di Hotel Berbintang di Pekanbaru Dibubarkan Polisi

Rapat tahunan yang digelar anggota Koperasi Sawit Makmur (Kopsa-M) kelompok Anthony Hamzah di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru dibubarkan

Editor: Rinal Maradjo
istimewa
Warga Kampar mendesak polisi membubarkan rapat tahunan Kopsa-M pimpinan Anthony Hamzah di sebuah hotel di Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Rapat anggota tahunan yang diselenggarakan anggota Koperasi Sawit Makmur (Kopsa-M) kelompok Anthony Hamzah di salah satu hotel berbintang di Kota Pekanbaru dibubarkan oleh ratusan anggota Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Jumat (3/12/2021).

Pembubaran tersebut dilakukan setelah manajemen hotel dan aparat mencapai kata sepakat bahwa rapat yang diikuti oleh kelompok mengatasnamakan anggota Kopsa-M mendapat penolakan dari ratusan petani dan penduduk Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

"Kita terpaksa harus membubarkan setelah ada permintaan manajemen hotel demi menjaga keamanan ketertiban," kata Wakil Kepala Polresta Pekanbaru AKBP Henky Poerwanto di Pekanbaru.

Seratusan petani Kopsa-M dengan beberapa diantaranya emak-emak dari Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu berbondong-bondong menggelar aksi unjuk rasa di depan hotel tempat diselenggarakannya Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopsa-M tahun 2021 kelompok Anthony Hamzah, Jumat siang.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, mereka menuntut penghentian RAT karena tidak sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Kopsa-M.

Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa Anthony Hamzah yang mendalangi rapat tersebut disebut-sebut tak mampu mempertanggungjawabkan laporan pertanggung jawaban selama kepemimpinan oknum dosen Universitas Riau itu.

Iwan, salah seorang warga Desa Pangkalan Baru yang juga petani Kopsa-M menegaskan RAT yang diselenggarakan tersebut cacat hukum. Selain itu, mulai dari panitia penyelenggara dan peserta RAT bukanlah tercatat sebagai petani asli Kopsa-M.

"Kami bahkan tidak diundang! Bahkan kalau diundang pun dengan tegas kami menolak untuk mengikuti RAT. Karena ini cacat hukum," tegasnya.

Ia mengatakan bahwa penyelenggaraan RAT tersebut diduga sebagai cara Anthony untuk menyelamatkan diri.

Anthony sendiri baru-baru ini ditetapkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) setelah menyandang status tersangka oleh Polres Kampar dalam perkara dugaan penyerangan dan penjarahan perusahaan sawit di Kampar.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved