Breaking News:

Pelecehan Mahasiswi UNRI

UPDATE Terbaru Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi Unri, BEM Sampaikan 4 Tuntutan ke Polda Riau

Aliansi Mahasiswa UNRI, Jumat (17/12) sore berdemo terkait kasus pelecehan mahasiswi dengan tersangka Dekan Fisip. Ada 4 poin dititipkan ke Polda Riau

Penulis: Rizky Armanda | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru/Rizky
Mahasiswa saat menyerahkan 4 tuntutan atau aspirasi terkait kasus pencabulan mahasiswi kepada Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, Jumat (17/12/2021) sore. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Ada 4 tuntutan yang dilayangkan para mahasiswa Universitas Riau (UNRI) dalam aksi demo di Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru, terkait kasus pencabulan mahasiswi dengan tersangka Dekan FISIP UNRI, Syafri Harto, Jumat (17/12/2021).

Kasus ini, ditangani penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau.

Perkembangan teranyar, penyidik telah melimpahkan berkas perkara tersangka ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejati Riau.

Namun setelah ditelaah jaksa, berkas perkara masih terdapat kekurangan, sehingga dikembalikan ke penyidik untuk dilengkapi sesuai petunjuk jaksa.

Saat ini, posisi berkas perkara berada di penyidik untuk dilengkapi, dan jika dirasa rampung, akan kembali dilimpahkan ke kejaksaan.

Sebanyak 4 tuntutan ini, dibacakan oleh Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) BEM UNRI, Razali.

Tuntutan ini atas nama Aliansi Mahasiswa UNRI.

Pertama, mereka meminta Polda Riau bersikap netral dalam menangani kasus pelecehan seksual ini tanpa intervensi mana pun.

Kedua, mereka meminta Polda Riau serius menangani kasus pelecehan seksual yang terjadi di UNRI.

Ketiga, mereka meminta agar Polda Riau segera menahan tersangka kasus pelecehan seksual, karena tergolong kasus kejahatan luar biasa.

"Keempat, meminta Polda Riau segera melengkapi berkas sesuai petunjuk penanganan berkas perkara," kata Razali.

4 tuntutan yang dituangkan dalam selembar kertas itu, kemudian diserahkan langsung ke Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, yang menemui massa aksi di Jalan Pattimura.

Hujan sempat mewarnai jalannya aksi ini. Beberapa kali polisi sempat mengeluarkan peringatan kepada massa agar membubarkan diri.

Mahasiswa akhirnya bersedia untuk bubar, setelah tuntutan mereka diterima.(*)

(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved