Selasa, 7 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Tiga Partai Pengusung Edy Rahmayadi Sarankan Gubernur Sumut Minta Maaf

Tiga partai pengusung Edy Rahmayadi menyarankan Gubernur Sumut itu segera meminta maaf kepada pelatih biliar yang ia jewer dan dimaki di depan umum

MUHAMMAD ROBBANI/BOLASPORT.COM
Edy Rahmayadi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tiga partai pengusung Edy Rahmayadi menyarankan agar Gubernur Sumatera Utara itu meminta maaf atas aksinya menjewer dan memaki-maki pelatih biliar Sumut, Khairuddin Aritonang alias Coki.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan permintaan maaf dari Edy tersebut dilakukan agar tidak ada yang merasa disakiti.

"Saran saya beliau minta maaf saja, agar tidak ada yang merasa disakiti dan dipermalukan," kata Habiburokhman kepada wartawan, Rabu (29/12/2021).

Menurut Habiburokhman, boleh jadi Edy memiliki maksud baik saat menegur si pelatih biliar, tetapi caranya tidak pas.

Anggota Komisi III DPR itu mengatakan, seorang pemimpin boleh-boleh saja menegur anak buahnya dalam konteks edukasi dan melatih disiplin dalam ruang internal dan tertutup.

"Tetapi itu kan di ruang terbuka, dan juga si pelatih biliar juga bukan anak buah langsung, jadi enggak bisa diperlaukan demikian," ujar Habiburokhman.

Begitu juga dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan minta maaf adalah tanda keluhuran seorang pemimpin.

"Meminta maaf juga tanda keluhuran moral," ujar Mardani.

Ia juga menyayangkan peristiwa Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang menjewer dan mengusir seorang pelatih biliar karena tidak bertepuk tangan saat ia berpidato.

Menurut Mardani, Edy sebagai seorang pemimpin semestinya menjadi contoh yang baik dengan mampu mengendalikan emosinya.

"Pemimpin mestinya memberi contoh, pemimpin mestinya menahan emosi," kata Mardani.

Mardani juga mengingatkan agar semua kepala daerah untuk menjadi contoh dan teladan dalam kebaikan dan akhlak.

Anggota Komisi II DPR itu pun menyarankan agar Edy meminta maaf atas perbuatannya tersebut.

Serupa dengan Gerindra dan PKS, PAN juga meminta agar Edy Rahmayadi segera meminta maaf agar polemik tersebut tidak berkepanjangan.

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay juga mengkritik sikap Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang menjewer dan mengusir seorang pelatih biliar karena tidak bertepuk tangan saat ia berpidato.

"Menurut saya, Edy Rahmayadi itu menepatkan posisi dia sebagai posisi orang terhormat, sebagai seorang gubernur, dan tentu tidak baik memarahi orang di depan umum," kata Saleh kepada wartawan, Rabu (29/12/2021).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved