Breaking News:

Berita Dumai

Kadis Pendidikan Dumai Minta Duit dan Kasih Iming-iming Lewat WA? Waspada Itu Penipu

Waspada penipuan lewat aplikasi percakapan WA dengan mencatut nama dan foto Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Kadisdikbud ) Dumai

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Penipuan lewat WA yang mencatut nama dan foto Kadisdikbud Dumai, warga diminta waspada. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Waspada penipuan lewat aplikasi percakapan WA dengan mencatut nama dan foto Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Kadisdikbud ) Dumai, Riau.

Kembali terjadi di Dumai, pelaku memanfaatkan pesan WhatsApp (WA) mencoba menipu warga dengan cara mencatut nama dan foto profil pejabat.

Kali ini foto dan nama yang dicatut adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Dumai, Yusmanidar.

Dikarenakan maraknya kasus penipuan yang terjadi di dunia maya dan WA yang meresahkan masyarakat, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Dumai, Muhammad Saddam, meminta masyarakat, khususnya di Kota Dumai untuk waspada.

Dijelaskannya, pihaknya telah banyak menerima informasi bahwa ada Pesan WhatsApp mencoba menipu warga dengan cara mencatut nama dan foto profil Kepala Disdikbud Dumai, Yusmanidar.

"Kita mendapat informasi bahwa nama ibu Yusmanidar digunakan penipu untuk mengelabui masyarakat untuk menjebak korbannya, sehingga perlu waspada," katanya, Selasa (4/1/2022).

Saddam menegaskan, bahwa nomor handphone atau Whatsapp yang digunakan penipu bukan nomor pribadi Kadisdikbud, penipu berupaya meyakinkan korbannya dengan memasang foto profil Kadisdibud.

"Kepada seluruh masyarakat, khususnya Kota Dumai, jika ada yang meminta uang atau meminta nomor rekening untuk mengirimkan uang atas nama pejabat pemko Dumai, diharapkan jangan diladeni apalagi sampai dituruti," sebutnya.

Saddam berharap pemberitahuan ini disebar luaskan agar masyarakat lainnya tahu sehingga terhindar dari modus si penipu.

"Semoga masyarakat bisa lebih berhati-hati dan waspada karena modus yang sama digunakan dengan mengatas-namakan pemimpin atau pejabat daerah lainnya," harapnya

Bukan hanya itu saja, jelasnya, bagi PNS atau guru untuk tidak melayani jika ada yang mengatasnamakan Kadisdikbud memberikan iming-iming jabatan.

"Kita juga pernah mendapat info bahwa para penipu ini mengatasnamakan ajudan walikota dan wakil walikota, menyasar PNS. Lalu meminta uang untuk diiming-imingi jabatan, jadi jangan mudah percaya, jadi walikota juga pernah diatasnamakan juga," pungkasnya.

( Tribunpekanbaru.com / Donny Kusuma Putra )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved