Berita Kampar
Waduh, Mistar Ukur Elevasi Sungai di Kampar Selalu Lenyap Dicuri Orang
Tiang ukur atau mistar yang dipasang di aliran sungai di Kampar selalu lenyap dicuri orang yang tidak bertanggungjawab
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Ukuran tinggi permukaan sungai di Kampar ternyata bukan bersumber dari alat yang memadai. Masalahnya, tak ada tiang ukur atau mistar yang dipasang di aliran sungai sejak lenyap dicuri orang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Adi Candra Lukita mengakui, hasil pemantauan fluktuasi elevasi sungai selama ini hanya mengandalkan tiang jembatan water front city Bangkinang.
Menurut Candra, di tiang jembatan tersebut ada satuan ukur panjang.
"Dulu pas pembangunan jembatan, di tiang itu ada ukuran panjangnya. Jadi itulah sekarang acuan kita mengukur elevasi Sungai Kampar," ungkapnya kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (5/1/2022).
Candra mengatakan, idealnya mistar ukur elevasi harus disertai data kedalaman sungai sebagai pendukung.
Sehingga, kedalaman sungai dapat dihitung berdasarkan fluktuasi elevasi. Kedalaman sungai berpengaruh terhadap volume.
"Selama ini kita hitung dari normalnya berapa. Terus kalau naik, di lihat di tiang jadi angka berapa. Tapi bukan berdasarkan kedalaman sungai," ungkap Candra yang juga menjabat Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kampar ini.
Candra mengatakan, sebenarnya mistar ukur pernah dipasang.
Pada 2016, mistar dari bahan stainless steel dipasang di tiga titik.
Tersebar di sekitar Jembatan Kuok Sungai Kampar untuk mengukur elevasi saat pintu pelimpah (spillway gate) Waduk PLTA Koto Panjang dibuka.
Satu lainnya di sekitar Jembatan Water Front City Bangkinang untuk mengukur elevasi pengaruh curah hujan terhadap debit Sungai Kampar.
Sedangkan satu unit lagi di Sungai Lipai untuk memantau elevasi di wilayah Kampar Kiri.
Mistar disesuaikan dengan kedalaman sungai di titik pemasangan.
"Tahun 2016 kita pasang, ketiganya lesap. Hilang," ungkap Candra. Tahun depannya, BPBD kembali memasang mistar dengan bahan dan lokasi yang sama.
"2017 kita pasang lagi. Juga lesap," kata Candra. Sejak 2017, BPBD tidak lagi memasang mistar ukur di sungai karena khawatir bakal lesap lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/mistar-ukur-sungai.jpg)