Breaking News:

Berita Riau

Plt Dirut RSUD AA Bantah Ada Permainan Surat Keterangan Sakit Pasien Terdakwa Investasi Bodong

Plt Dirut RSUD Arifin Achmad membantah ada permainan dengan salah seorang pasien yang belakangan diketahui sebagai terdakwa investasi bodong di Riau

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
Net
Plt Dirut RSUD Arifin Achmad membantah ada permainan dengan salah seorang pasien yang belakangan diketahui sebagai terdakwa investasi bodong di Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Arifin Achmad Wan Fajriatul, Kamis (6/1/2022) membantah adanya permainan antara pihak rumah sakit dengan salah seorang pasien yang belakangan diketahui sebagai terdakwa investasi bodong di Riau.

Wan Fajruatul ‎mengatakan dirinya telah memberikan penjelasan di hadapan pengadilan terkait surat keterangan kondisi kesehatan terhadap terdakwa investasi bodong.

Pihak RSUD Arifin Achmad dinyatakan telah menjalankan prosedur penanganan pasien secara benar sesuai dengan hasil rekam medik dari tim dokter yang menangani pasien tersebut.

Di hadapan pengadilan, Wan Fajriatul menjelaskan secara rinci kronologi awal bagaimana mereka harus memberikan perawatan kepada pasien yang ternyata juga seorang terdakwa kasus investasi bodong senilai Rp84,9 miliar itu.

“Dalam fakta persidangan semuanya sudah kami sampaikan, termasuk hasil rekam medik terhadap pasien atas nama Agung Salim. Pihak majlis hakim bisa menerima penjelasan kami,” tuturnya didampingi Biro Hukum Setdaprov Riau Yan Darmadi.

Dia menambahkan, di persidangan dijelaskan secara rinci kronologi awal bagaimana pasien atas nama Agung Salim masuk rumah sakit.

Pasien tersebut masuk pada tanggal 24 Desember 2021. Setelah dilakukan pemeriksaan gula darah pasien sangat tinggi sehingga perlu dilakukan perawatan.

Pasien tersebut dirawat selama tiga hari. Pada tanggal 29 Desember 2021 hasil rekam medis menyatakan bahwa kondisinya normal dan sudah diperbolehkan pulang. Pasien pun ketika itu. Namun pada saat itu, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Pekanbaru datang menjemput pasien.

Selain itu, pihaknya juga telah menyerahkan resume medis terdakwa Agung. Setelah itu, Tim JPU kemudian membawa terdakwa untuk diperiksa di RSD Madani Pekanbaru.

Dari situ, Wan baru tau ada tahanan Rutan yang dirawat di rumah sakit yang dipimpinnya. Lalu, dia pun memanggil semua staf bagian pelayanan untuk menjelaskan kondisi Agung saat itu.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved