Berita Siak
Sekda dan OPD Kumpulkan Data untuk Program Bujang Kampung Bupati Siak
Bupati Siak Alfedri meluncurkan program Bupati Jalan dan Ngantor di Kampung (Bujang Kampung) pada awal 2022
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Bupati Siak Alfedri meluncurkan program Bupati Jalan dan Ngantor di Kampung (Bujang Kampung) pada awal 2022. Kegiatan Bujang Kampung pertama digelar pada Jumat (7/1/2022) di Kampung Tualang.
Sehari sebelum itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Arfan Usman bersama sejumlah kepala OPD membahas kesiapan pelaksanaan program Bujang Kampung itu.
Arfan menegaskan kepada semua OPD agar mendukung kuat program bupati tersebut.
Arfan Usman menyampaikan program Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) untuk menunjang program Bujang Kampung itu.
Padahal Puskesos adalah program yang diturunkan Kementerian Sosial sejak 2017 lalu.
Di Kabupaten Siak hanya 2 kampung/kelurahan yang dapat program itu, yakni Kelurahan Kampung Rempak di Kecamatan Siak dan Kampung Tualang di Kecamatan Tualang.
"Kita harus memanfaatkan program Puskesos guna menunjang pelaksanaan inovasi dari Bupati Siak yaitu ngantor di kampung atau Bujang Kampung. Persiapan untuk program ini sudah harus matang,” kata dia.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) L Budhi Yuwono menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh penghulu kampung untuk kesiapan pelaksanaan Bujang Kampung.
Ia menyebut nyaris tidak ada kendala karena data sudah dikumpulkan jauh-jauh hari sebelumnya.
"Kami sebelumnya sudah diminta bupati untuk mengumpulkan data mengenai program-program prioritas dari Bupati Siak, pengumpulan data-data ini memakan waktu yang cukup lama dikarenakan kami mengumpulkannya secara manual dari setiap kampung,” kata dia.
Saat ini pihaknya sudah memegang data anak putus sekolah di setiap kampung. Termasuk data buta aksara, beasiswa Program Keluarga Harapan (PKH) dan lain-lain.
“Pengumpulan data-data ini memakan waktu lebih cepat karena menggunakan data Puskesos. Kami sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Sosial terkait Puskesos sejauh ini,” kata dia.
Tidak hanya itu, program Bujang Kampung bisa disupport oleh Puskesos. Dana kampung untuk program tersebut sebanyak Rp 5 juta yang digunakan untuk operasional.
“Ini akan dikaji lagi agar bisa ditambahkan ke depannya, sehingga program Bujang Kampung dapat terlaksana secara maksimal,” kata dia.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Siak Wan Idris menjelaskan, program Bujang Kampung yang digagas bupati nyambung dengan Puskesos.
