Video Berita
VIDEO: Karhutla di Desa Kuala Tolam Pelalawan Kian Meluas dan Belum Terkendali
Api terdeteksi sejak Rabu (19/1/2022) siang lalu dan belum berhasil dipadamkan hingga Jumat (21/1/2022)
Penulis: johanes | Editor: didik ahmadi
TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang muncul di Desa Kuala Tolam, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau selain meluas.
Api terdeteksi sejak Rabu (19/1/2022) siang lalu dan belum berhasil dipadamkan hingga Jumat (21/1/2022).
Awalnya api membakar semak belukar dan lahan kosong yang ada di Desa Kuala Tolam.
Namun kebakaran semakin meluas dan merembet ke lahan di sekitarnya, nyaris membakar kebun kelapa sawit milik masyarakat yang ada di dekatnya.
Angin kencang dan panas terik semakin memperbesar api Karhutla.
"Apinya cukup besar dan melebar. Perkiraan sementara, lahan yang terbakar mencapai 30 hektar," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Rudianto, kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (21/1/2022).
Rudianto menerangkan, operasi pemadaman telah dilakukan sejak hari pertama api muncul.
Personil gabungan dari berbagai instansi telah berada di lokasi kebakaran dan berupaya menjinakkan api Karhutla.
Diantaranya dari unsur TNI, Polri, BPBD, Satpol PP dan Damkar, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), beberapa regu pemadaman dari perusahaan swasta serta instansi lainnya.
Selama tiga hari proses pemadaman, tim gabungan di lapangan belum berhasil mencapai kepala api yang terus melebar.
Pola pemadaman dimulai dari tepi areal yang terbakar menggunakan peralatan yang ada.
Bagian yang berhasil dipadamkan langsung dilakukan pendinginan mencegah api kembali muncul.
"Kondisi lahan yang terbakar merupakan sebagian besar lahan gambut. Puluhan personil gabungan masih di lokasi pemadaman," pungkasnya.
Menurut Kepala Satpol PP dan Damkar Pelalawan, Abu Bakar FE, tim gabungan yang terjun di lokasi cukup maksimal dari berbagai instansi.
Bahkan kebanyak personil menginap di desa yang dekat dengan lokasi kebakaran, agar lebih mudah melakukan pemadaman lanjutan. Selama tiga hari operasi pemadaman belum membuahkan hasil yang maksimal.