Senin, 20 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Rusia dan AS Terancam Perang, Kirim Senjata Mematikan ke Ukraina

Amerika Serikat dan Rusia terancam akan perang terbuka di negara Ukraina. AS bahkan sudah mengirimkan paket senjata mematikan ke Ukraina

Penulis: Ilham Yafiz | Editor: Rinal Maradjo
US Embassy
Paket senjata mematikan AS ke Ukraina pada Sabtu (22/1/2022) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Amerika Serikat dan Rusia terancam akan perang terbuka di negara Ukraina.

Hal ini menyusul datangnya bantuan senjata dari Amerika Serikat ke Ukraina pada Sabtu (22/1/2022).

Bantuan senjata dan berbagai alat militer itu ditujukan untuk militer Ukraina agar mereka bisa melawan kemungkinan invasi yang akan dilakukan Rusia.

Kedutaan AS di Ukraina, dalam sebuah posting Twitter seperti dilansir Tribunpekanbaru.com dari Strait Times mengatakan,

"Bantuan mencakup hampir 200.000 pon senjata mematikan, termasuk amunisi untuk para pembela garis depan Ukraina".

Baca juga: Amerika Senang, Rusia Menangkap Beberapa Orang Hacker, Seorang di Antaranya Pernah Menyerang AS

Baca juga: DIpastikan Memanas! Menlus AS Kunjungi Ukraina, Rusia Tertekan

Kedutaan Besar AS juga menuliskan, pengiriman bantuan alat militer senilai 2,7 miliar dolar AS ( atau senilai Rp 310 triliun) sejak 2014,

Merupakan bagian dari komitmen AS untuk membantu Ukraina meningkatkan pertahanannya dalam menghadapi agresi Rusia yang meningkat.

Dalam cuitan di twitter itu, juga dipampang foto kontainer hijau besar sedang diturunkan di bandara.

Kedutaan AS tidak merinci senjata jenis apa saja yang dikirim ke Ukraina.

Pengumuman itu dibuat di akhir pekan ini, makin memanaskan tensi di perbatasan Rusia dan Ukraina.

Diperkirakan, dua negara yang dulunya sama-sama bergabung di Uni Sovyet itu akan berlaga di medan perang.

Dan tentunya, Amerika Serikat melibatkan diri dalam pertempuran itu.

Pada pekan lalu, sebuah pertemuan di Jenewa digelar.

Pertemuan itu dipimpin oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

Dalam pertemuan itu dibahas, agar Rusia menarik mundur kekuatan militernya di perbatasan Ukraina.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved