Arti Kata Dua Setengah Kancing, Kerap Digunakan Dalam Perploncoan Junior
Dua Setengah Kancing berarti sasaran pukulan pada titik tubuh seseorang. Meski terlihat sangat primitif, namun tradisi itu tetap lestari
Penulis: Nolpitos Hendri | Editor: Guruh Budi Wibowo
TRIBUNPEKANBARU.COM - Istilah Dua Setengah Kancing kembali viral setelah ditemukannya penjara khusus Bupati Langkat Sumatera Utara.
Tahukan kalian jika arti kata Dua Setengah Kancing itu sangat identik dengan kekerasan yang kerap terjadi pada perploncoan yang dilakukan terhadap senior ke junior.
Tidak jelas siapa yang mempopulerkan istilah atau kata Dua Setengah Kancing itu.
Namun dipastikan istilah itu sudah menjadi tradisi dalam aksi perploncoan.
Meski terlihat sangat primitif, namun tradisi itu tetap lestari hingga saat ini.
Dua Setengah Kancing berarti sasaran pukulan pada titik tubuh seseorang.
Jika orang yang dijadikan sasaran mengenakan kemeja, Dua Setengah Kancing menunjukan titik ulu hati.
Junior akan mendapatkan pukulan dengan tangan dan kaki di arah ulu hati saat diplonco oleh seniornya.
Pukulan ke ulu hati bisa menyebabkan seseorang pingsan bahkan tewas.
Banyak kasus kematian junior akibat diploco seniornya.
Perploncoan kerap dijadikan dalih untuk melatih mental dan membentuk persahabatan para siswa baru atau anggota baru dengan para seniornya.
Namun faktanya bahwa kekerasan tidak pernah membentuk perilaku.
Perilaku yang harus dibentuk dengan ketegasan bukan kekerasan.
Sudah saatnya aksi perploncoan itu dihilangkan mulai dari sekolah hingga pendidikan lembaga pemerintah lainnya.
Perpeloncoan harus dihilangkan, dan di ganti dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/siswi-sma-berhubungan-badan-dengan-pacar-hingga-hamil-awal-di-kamar-hotel.jpg)