Pasukan Elit Diberondong KKB Papua, Satu Prajurit Terluka Parah
Pasukan Elit TNI dari kesatuan Komando Pasukan Gerak Cepat ( Kopasgat) diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, korban terluka parah
Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Rinal Maradjo
TRIBUNPEKANBARU.COM, PAPUA - Pasukan Elit TNI dari kesatuan Komando Pasukan Gerak Cepat ( Kopasgat) diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua di Bandara Aminggaru, Kabupaten Puncak pada Sabtu (19/2/2020).
Akibat serangan itu, 1 prajurit terluka parah akibat diterjang peluru dari senapan serbu KKB Papua.
Saat serangan terjadi, 3 pesawat yang hendak mendarat akhirnya berputar arah ke bandara asal.
Ketiga pesawat itu adalah Susi Air yang terbang dari Nabire, dan pesawat kargo dari Timika yakni Raven Air dan Smart Air.
Danrem 173/Praja Vira Braja (PVB) Brigjen Taufan Gestoro mengakui adanya kontak tembak di Bandara Aminggaru, Sabtu sekitar pukul 07.30 WIT
Akibat serangan itu, seorang prajurit Kopasgat terluka di bagian bahu.
Baca juga: Siapa Sebenarnya Evi Reza Pahlevi? Jenderal yang Tak Takut Mati Terjun ke Batas Papua Lawan KKB
Baca juga: Dua Oknum Anggota Polri ini Jual Peluru ke KKB, Amunisi Digunakan Untuk Bunuh Aparat dan Warga Papua
Korban masih di Puskesmas Ilaga, Kabupaten Puncak menunggu kedatangan helikopter yang akan mengevakuasi korban ke Timika, Kabupaten Mimika.
Korban yang menjadi keganasan KKB Papua itu adalahPrajurit Kepala (Praka) Hermansyah, personel Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU.
Hermansyah ditembak saat menjaga Bandara Aminggaru, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua pada Sabtu (19/2/2022) sekitar pukul 07.35 WIT.
Taufan Gestoro mengatakan, korban terluka di bagian bahu kanan dan kini sudah ditangani paramedis di Puskesmas Ilaga.
Taufan menyebut, tembakan diperkirakan dari kawasan hutan yang terletak di ujung Bandara Aminggaru.
Hal itu menyebabkan terjadi baku tembak antara TNI dan kelompok bersenjata.
Dia menyatakan, saat ini helikopter sedang dipersiapkan untuk memindahkan Hermansyah ke Timika, Kabupaten Mimika.
Pada 27 Januari 2022, tiga prajurit TNI AD gugur dalam kontak tembak dengan kelompok bersenjata di Distrik Gome, Kabupaten Puncak. Distrik Gome merupakan salah satu distrik atau kecamatan yang ada di Kabupaten Puncak, Papua.
Merah Putih Disobek
Sejumlah anggota KKB Papua mencabik-cabik dan mengiris bendera merah putih dengan golok.
Video pencabikan merah putih oleh KKB Papua itu kini viral di sosial media dan juga menjadi konten viral tiktok
Dalam video itu, terlihat sejumlah orang berdiri dengan senjata lengkap.
Di hadapan mereka tampak seseorang memegang bendera merah putih.
Bendera merah putih itu mereka cabik-cabik dan iris dengan golok.
Salah seorang dari mereka mengatakan,
KKB Papua itu merupakan bagian dari TNPB - OPM atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka.
"Kami adalah bagian dari pasukan Jenderal Kelly Kwalik," sebut pria yang menenteng senjata berat itu.
Pria tersebut mengaku, dia dan kawanannya bergerak di kawasan Tembagapura dan sekitarnya.
"Kami adalah pasukan tempur yang siap berperang," sebutnya.
Dalam tayangan itu, ia mengatakan, tuduhan terhadap KKB Papua sebagai kelompok teroris adalah tuduhan tidak berdasar.
"Sesungguhnya, yang perampok, teroris dan pembunuh itu adalah NKRI dan merah putih. NKRI harus cabut dari tanah Papua," sebutnya.
Ia menambahkan, tuntutan kedaulatan KKB Papua itu harus diakui oleh Indonesia.
"Kami akan terus bergerak, sampai kedaulatan tanah Papua kami rebut," katanya.
Sementara itu, pria yang berdiri jongkok di hadapan lelaki tersebut,
terus mencabik-cabik bendera merah putih.
Tak hanya itu, merah putih juga diiris iris menjadi bagian yang lebih kecil.
Usai bendara merah putih disobek dan diiris, gerombolan pria bersenjata itu, tampak berjalan ke arah api unggun sambil meneriakan Papua merdeka.
( Tribunpekanbaru.com / Firmauli Sihaloho )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kopasgat-pasukan-elit-tni-au.jpg)