Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Siak

Program Bujang Kampung di Rempak Juga Jadi Ajang Warga Mengadu ke Bupati Siak

Program Bujang Kampung di Rempak, kecamatan Sabak Auh, Jumat (25/2/2022) masih diserbu warga.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Bupati dan Wakil Bupati Siak ngopi dan bual pagi dengan warga kampung Rempak, kecamatan Sabak Auh dalam gelaran program Bujang Kampung seri ke -8, Jumat (25/2/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Program Bujang Kampung di Rempak, kecamatan Sabak Auh, Jumat (25/2/2022) masih diserbu warga.

Selain dimanfaatkan untuk mendapatkan berbagai pelayanan, masyarakat juga memanfaatkan ajang itu untuk mengadu ke Bupati Siak Alfedri.

Sembari OPD terkait memberikan pelayanan, Bupati Siak Alfedri bersama Wakil Bupati Siak Husni Merza dan sejumlah kepala OPD juga menggelar forum dialog.

Menariknya, forum itu diberi nama Ngopi dan Bual Pagi bersama Bupati dan Wakil Bupati.

Dalam forum Ngopi dan Bual Pagi itu, masyarakat melalui perwakilannya mengadukan berbagai persoalan yang menyangkut kebutuhan umum.

Syukur, anggota Bappekam Rempak menjadi orang pertama yang mengajukan pengaduan terkait adanya jalan yang rusak. Jalan yang dimaksud adalah jalan poros Panglima Rumpin-Sultan Syarif Kasim yang sejak beberapa bulan terakhir sudah rusak.

"Kami dari lembaga Bapekam menyampaikan aspirasi masyarakat kami di Dusun Sungai Bayam, kondisi jalan Panglima Rumpin-Sultan Syarif Kasim, saat ini sangat rusak Pak Bupati," kata Syukur.

Syukur mengatakan, awalnya, jalan itu lebarnya hanya 2 meter. Pada 2013 lalu badan jalan itu dilebarkan hingga 12 meter. Pelebaran jalan ini dapat terjadi berkar lancarnya komunikasi masyarakat dengan Dinas PU Tarukim Siak.

“Kami merasakan jalan itu sangat krusial dan penting di masa depan waktu itu, seiring berkembangnya kampung ini. Kami meminta lebarkan ke kiri dan kanan, maka Dinas PU Tarukim Siak mengerjakannya,” kata dia.

Syukur mengingatkan memori kolektif warga setempat tentang berkorbannya warga memberikan lahannya untuk dijadikan jalan. Warga tidak menganggap itu kerugian meski harus mengorbankan tanah dan tumbuhan di atasnya demi pembangunan desanya.

“Saya masih ingat pada masa itu ada sawit masyarakat yang ditebang, malahan ada rumah masyarakat rela dibongkar, karena menjorok ke jalan. Masyarakat tidak meminta ganti rugi, sebab semata-mata untuk jalan mereka lebar dan bagus," kata Syukur.

Setelah pelebaran jalan dilaksanakan pada 2013 itu warga amat sangat senang. Kini, jalan yang memiliki dasar semeniasi 2 meter itu semakin hari semakin rusak. Karena itu sudah sewajarnya pula warga mengadu ke bupati dan wakil bupati serta Dinas PU Tarukim.

"Warga dari dusun Sungai Bayam menjadikan jalan itu untuk akses menuju ke Kantor Kampung, ke sawah, atau ke pasar ke sekolah dan lain-lain. Kondisinya saat ini, bila hari hujan, air banyak bertakung, karena banyak jalan yang berlobang," kata dia.

Pada saat Musrenbang di kampung itu perbaikan jalan itu sudah diusulkan. Bahkan mereka mengusulkan agar dilakukan pengaspalan sehingga jalan kembali mulus.

Syukur mengatakan, jalan Panglima Rumpin-Sultan Syarif Kasim ini memiliki panjang 3 kilometer. Saat ini semua badan jalan rusak, sedangkan dusun Sungai Bayam itu adalah dusun terpadat di jalan tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved