Breaking News:

Harga Minyak Goreng Naik Drastis

Harga Menyesuaikan, Disdagperin Bengkalis Sebut Stok Minyak Goreng Cukup hingga Ramadan

Isi dari edaran terbaru ini terkait harga minyak goreng khusus untuk kemasan sederhana dan premium tidak diberlakukan lagi harga eceran terendah (HET)

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM/MUHAMMAD NATSIR
Plt Kepala Disdagperin Bengkalis Zulpan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Penyesuaian harga minyak goreng sudah berlaku setelah kemarin Menteri Perdagangan sudah mengeluarkan edaran terbaru.

Isi dari edaran terbaru ini terkait harga minyak goreng khusus untuk kemasan sederhana dan premium tidak diberlakukan lagi harga eceran terendah (HET).

Terkait stok, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Bengkalis Zulpan memastikan minyak goreng di wilayah kabupaten Bengkalis tidak terjadi kelangkaan.

"Jadi ini berlaku mulai kemarin, khusus untuk kemasan sederhana dan prenium harga minyak goreng menyesuaikan kembali dengan harga pasar. Sementara minya goreng curah tetap di harga sesuai subsidi pemerintah," ucap Zulpan.

Perubahan harga ini disampaikan oleh Mendag melalui surat edaran yang dikeluarkan tertanggal 16 Maret kemarin.

Sementara itu dengan edaran terbaru yang keluar ini belum ada mengatur maksimal pembelian masyarakat seperti Permedag sebelumnya.

"Ini baru berupa edaran sejauh ini edaran terbaru hanya mengatur terkait harga minyak saja. Batasan pembelian tidak dijelaskan. Sejauh belum ada aturan baru silakan masyarakat membeli sesuai kebutuhan,” ucapnya.

Zulpan menambahkan, ketersediaan stok minyak goreng Bengkalis bahkan mencukupi hingga Ramadan mendatang.

Hal ini sesuai dengan hasil rapat yang dilakukan Disdagperin Bengkalis bersama distributor beberapa hari lalu.

Hanya saja beberapa pekan terakhir muncul isu di masyarakat Bengkalis terjadi kelangkaan minyak goreng.

Kondisi ini membuat masyarakat Bengkalis menjadi panik buying dan melakukan pembelian dengan jumlah banyak di kedai dan toko toko. Isu ini berkembang sampai ke pelosok desa desa di Bengkalis.

"Isu ini dihembuskan oleh oknum oknum tertentu membuat masyarakat menjadi panik buying. Sehingga masyarakat membeli minyak goreng dalam jumlah banyak dengan skema bermacam macam," terang Zulpan.

Satu diantaranya skema pembelian dilakukan masyarakat dengan membeli diberbagai toko dan kedai di Bengkalis.

Polanya dengan beberapa orang datang ke toko dan kedai membeli sesuai batasan yang ditetapkan, kemudian pindah ke kedai atau toko lainnya.

Hal inilah yang membuat terjadinya kehabisan stok di kedai atau toko eceran.

Untuk itu pihaknya berharap masyarakat tidak perlu lagi panik, karena Disdagperin memastikan minyak goreng masih tersedia.

( Tribunpekanbaru.com / Muhammad Natsir )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved