Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Sosok Dony Pembunuh Bidan Sweetha & Anaknya: Punya Istri tapi Nekat Lamar Korban

Dony dan Sweetha saling mengenal sejak Oktober 2021 saat keduanya sama-sama bertugas menjadi vaksinator.

TribunJateng.com Iwan Arifianto/Kompas.com Riska Farasonalia
Dony Christiawan Eko Wahyudi (31) (kiri) pelaku pembunuhan bidan Sweetha dan anaknya, MFA (5). Jasad kedua korban dibuang di kolong jembatan Tol Semarang-Bawen KM 425 Susukan, Kelurahan Pudakpayung, Kota Semarang, Jawa Tengah di hari yang berbeda. MFA dibuang pada Minggu (20/2/2022), sedangkan Sweetha pada Senin (7/3/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Berikut ini sosok Dony Christiawan Eko Wahyudi, pelaku pembunuhan bidan Sweetha Kusuma Gatra Subardiya dan anaknya, MFA (5).

Dony tega membunuh MFA saat bocah malang itu dititipkan Sweetha padanya.

Ia membuang jasad MFA di kolong jembatan Tol Semarang-Bawen KM 425 Susukan, Kelurahan Pudakpayung, Kota Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (20/2/2022).

Beberapa hari kemudian, Dony menghabisi nyawa Sweetha lantaran merasa cemburu pada korban, sebagaimana diberitakan TribunJateng.com.

Usai mencekik korban, Dony juga membuang jasad Sweetha di tempat yang sama seperti MFA pada Senin (7/3/2022).

Jasad Sweetha pertama kali ditemukan pada Minggu (13/3/2022).

Mengutip Kompas.com, tiga hari kemudian, Rabu (16/3/2022), jasad MFA yang tinggal kerangka juga ditemukan.

Lantas, siapakah sosok Dony Christiawan?

Masih dilansir TribunJateng.com, Dony yang berusia 31 tahun berasal dari Kabupaten Rembang.

Ia berprofesi sebagai tenaga kesehatan dan bekerja di sebuah rumah sakit di Kota Semarang.

Dony dan Sweetha saling mengenal sejak Oktober 2021 saat keduanya sama-sama bertugas menjadi vaksinator.

Hubungan mereka pun berlanjut sebagai sepasang kekasih.

Lain dengan Sweetha yang berstatus janda, Dony rupanya masih memiliki istri sah dan seorang anak.

Kendati demikian, Dony nekat mendatangi keluarga Sweetha untuk melamar korban.

"Iya, pelaku sempat melamar korban ke pihak keluarganya," papar Direskrimum Polda Jateng, Kombes Djuhandani Rahardjo Puro, saat rilis kasus Jumat (18/3/2022).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved