Pemprov Riau Latih 2.118 SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Sepanjang tahun 2019 hingga tahun 2021, sebanyak 14,196,274 wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara telah berkunjung ke Provinsi Riau.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Sepanjang tahun 2019 hingga tahun 2021, sebanyak 14,196,274 wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara telah berkunjung ke Provinsi Riau.
Capaian angka tersebut juga dibarengi dengan kegiatan pembinaan dan pelatihan sumber daya manusia (sdm) pariwisata dan ekonomi kreatif.
Di tahun 2019 hingga 2021 Pemprov Riau melalui Dinas Pariwisata telah melaksanakan pembinaan dan pelatihan kepada 2.118 SDM pariwisata.
Dinas Pariwisata (Dispar) provinsi Riau mencatat,
pada tahun tahun 2019 Pemprov Riau telah membina dan melatih1.266 peserta, tahun 2020 ada 230 peserta, dan tahun 2021 melibatkan 622 peserta.
Pada kurun waktu 3 tahun ini Pemprov Riau juga telah memfasilitasi 1,308 pelaku usaha untuk mendapat sertifikasi halal. Dengan rincian, pada tahun 2019 sebanyak 506 peserta, tahun 2020 tercatat 385 peserta, dan tahun 2021 diikuti 417 peserta.
Data Dispar Riau juga menyebutkan, jumlah wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 44.436 jiwa pada tahun 2021, lalu 67.833 jiwa di tahun 2020 dan 145.565 jiwa pada tahun 2019.
Selanjutnya, untuk jumlah kunjungan wisatawan nusantara sebanyak 4.636.018 jiwa sampai dengan November 2021 lalu, 2.384.032 jiwa tahun 2020 lalu, dan 6.918.390 jiwa pada tahun 2019 lalu.
Sedangkan untuk lama tinggal, wisatawan mancanegara rata-rata 4,34 hari tahun 2021, lalu 4,13 hari pada tahun 2020, dan 3,46 hari pada tahun 2019.
Kemudian, untuk lama tinggal wisatawan nusantara rata-rata 1,59 hari di tahun 2021, kemudian 1,75 hari pada tahun 2020, dan 4,34 hari pada tahun 2019.
"Tentu Pemprov Riau terus berupaya meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Riau meskipun di tengah pandemi COVID-19 ini sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Majunya pariwisata diharapkan dapat mendorong meningkatnya perekonomian masyarakat kita," ucap Gubernur Riau Syamsuar, Selasa (22/3/22).
Dalam upaya meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Riau, Pemerintah provinsi Riau pada masa kepemimpinan Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar dan Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution telah menjalankan empat program pengembangan pembangunan dan pelestarian pariwisata di Riau.
Adapun empat pengembangan program tersebut, yaitu pertama pengembangan destinasi melalui peningkatan aksesibilitas dan konektivitas ke destinasi wisata selalu pembangunan jalan Lubuk Agung-Batu Sasak batas Sumbar.
Kemudian Jalan Simpang Muara Takus - Dusun Batas, peningkatan jalan Simpang Beringin-Meredan Simpang Buatan, Jalan Simpang Bunut (DAK), Jalan Teluk Meranti, dan pembangunan Pengaman Pantai Tanjung Lapin Rupat Utara (PUPR).
Tidak hanya itu, juga dilakukan pembentukan Ranperda RIPPARPROV, pembinaan homestay dan pengelola destinasi, penyusunan masterplan/DED (DED Kawasan Candi Muara Takus, DED Kawasan Makam Raja Duduk Naihubu dan Jirat Sultan Pora.
Selanjutnya, DED Kawasan Makam Tuan Guru Syekh Abdurrahman Shiddiq Al Banjari, Kajian Study Analisa Potensi Kawasan Danau Betung), updating database destinasi wisata serta menjamin keamanan dan kenyamanan pariwisata (Penerapan Aplikasi Peduli Lindungi).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pemprov-riau-latih-2118-sdm-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif.jpg)