Pria yang Melihatnya Menyebut Gemas, Mahasiswi Ini Syok, di Dalam Mobil Ia Diraba sampai Diremas
Pria yang melihatnya gemas. Kemudian mahasiswi ini mengaku telah diraba dan diremas oleh pelaku di dalam mobil. ia langsung syok
TRIBUNPEKANBARU.COM- Selalulah berhati-hati dan waspada pada tindak kejahatan yang berada disekitar.
bahkan lokasi dan siapa pelakunya kadang seseorang tidak menyadarinya. Disangka masih hal yang biasa atau normal, ternyata itu adalah pelaku kejahatan dan kurang ajar.
Seperti yang dialami seorang mahasiswi ini. ia diduga telah menjadi korban kejahatan dan pelecehan seksual.
Baca juga: KemenPPPA Kawal Proses Kasasi Putusan Bebas Terdakwa Pelecehan Seksual di UNRI
Niat hati ingin menggunakan taksi online, eh ia malah diperlakukan tidak pantas sampai diremas-remas.
Pelaku diduga sopir taksi online yang diam-diam ternyata menyukai korban. Tanpa berfikir panjang, pelaku begitu nekat menjalankan aksi tak senonohnya.
Korban yang mendapati hal itu tentu saja syok dan tidak terima. Apalagi pelaku sempat melakukan remasan dan rabaan.
Berikut ini Kisahnya
NM (21) seorang mahasiswi sebuah kampus di Kabupaten Tulungagung mendapatkan sejumlah kekerasan fisik dari seorang sopir taksi online.
Bukan itu saja, perempuan asal Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri ini juga mendapat pelecehan seksual.
NM lalu melaporkan terduga pelaku, MDA (33), warga Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri ke Polres Tulungagung.
"Perkaranya sudah kami tangani. Untuk sementara terduga pelaku dikenakan wajib lapor," terang Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Kurnia Putra.
Baca juga: Residivis Kasus Pelecehan Ini Habisi Istri Siri yang Menolak Diajak Rujuk
Baca juga: Meski Usia 40 Tahun, Birahi Oknum Polwan Ini Menggebu: Berhubungan dengan Narapidana Pelecehan
Sebelumnya NM dan MDA sudah saling mengenal lewat aplikasi taksi online.
MDA pernah melayani order untuk mengantarkan kakek NM ke rumah sakit.
Hingga pada Senin (18/4/2022) kemarin, saat NM butuh transportasi untuk membawa barang ke kosnya di Tulungagung, ia menghubungi MDA.
"Mereka sampai di Tulungagung Senin pagi, lalu menurunkan barang bawaan milik NM," sambung Agung.