Berita Riau
Pabrik Sawit Mulai Operasi, Ada Harga Beli di Kampar Masih Kurang dari 2.000 Per Kg
Ketua DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kampar, Helkis juga mengungkap harga beli pabrik masih murah.
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kampar mulai beroperasi, Jumat (6/5/2022).
Harga beli Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di pabrik masih berkisar Rp. 2.000 per kilogram.
"Rata-rata masih dari 2000 sampai 2100 per kilogram," kata seorang pengelola pabrik di Kecamatan Tapung yang meminta identitasnya tidak dimuat, kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (6/5/2022).
Menurut dia, pabrik belum berani membeli TBS menyesuaikan harga acuan yang ditetapkan Dinas Perkebunan Riau. Sebab harga pasar ekspor masih gamang alias belum ada kepastian.
Ketua DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kampar, Helkis juga mengungkap harga beli pabrik masih murah.
Jauh di bawah harga acuan yang ditetapkan Dinas Perkebunan Riau.
Ia mencontohkan di dua PKS yang sudah beroperasi. Harga di PKS milik PT. Yuni Bersaudara Sejahtera (YBS) yang berlokasi di Desa Teluk Paman Timur Kecamatan Kampar Kiri hanya Rp. 2.110 per kilogram. Pengiriman ke pabrik tidak dikenai biaya bongkar.
Baca juga: Petani Sawit di Riau Laporkan 5 PKS ke Polda Karena Permainkan Harga TBS
Baca juga: Kapal Tanker Pengangkut Puluhan Ribu Ton Minyak Sawit Dari Dumai Ditangkap
Jauh lebih rendah di PKS milik PT. Padasa Enam Utama. Ia menyebutkan, harga TBS di pabrik yang beroperasi di wilayah Kecamatan Koto Kampar Hulu itu hanya Rp. 1.760 per kilogram.
Sayangnya Helkis belum memberi tanggapan terhadap harga beli di bawah ketetapan Disbun Riau. Ia tidak menjawab saat diminta sikap Apkasindo Kampar terhadap harga murah yang diberlakukan pabrik.
PKS di Kampar libur selama Hari Raya Idul Fitri. Pabrik rata-rata tidak beroperasi hingga sepekan.
Sebelum masa libur, harga beli di pabrik terjun bebas setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan larangan ekspor minyak goreng dan bahan bakunya. Larangan berlaku sejak Kamis (26/4/2022) lalu.
Sementara harga yang ditentukan Disbun Riau tidak jauh berubah.
Harga periode 27 April sampai 10 Mei 2022 paling rendah Rp. 2.906,02 per kg untuk hasil produksi dari usia tanam 3 tahun.
( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sihombing)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/sawit-inhu.jpg)