Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Rau

Didatangkan dari Sumut, 5 Ekor Sapi di Rohul Terkena Penyakit ‎Mulut dan Kuku

Lima ekor sapi di Kabupaten Rokan Hulu Riau dinyatakan terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PKM).

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
dokumen: DKP3 Kota Depok/M Chaerul Halim/Kompas.com
Lima ekor sapi di Kabupaten Rokan Hulu Riau dinyatakan terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PKM). FOTO ILUSTRASI: Petugas DKP3 tengah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di peternakan ADH Farm, Cimanggis, Depok, pada Kamis (12/5/2022), dalam upay mengantisipasi penularan wabah penyakit mulut dan kulit (PMK) yang belakangan menjakiti beberapa hewan ternak di beberapa daerah. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Lima ekor sapi di Kabupaten Rokan Hulu Riau dinyatakan terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PKM).

Ini merupakan kasus PMK pertama yang terjadi di Riau sejak wabah PMK ini merebak di sejumlah provinsi di Indonesia.

"Iya, sudah terkonfirmasi dari hasil laboratorium pada hari jumat tanggal 20 Mei kemarin ada lima ekor sapi di Rohul yang positif terkena PMK," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Riau, Herman, Selasa (24/5/2022).

Setelah diketahui positif ‎PMK, petugas langsung bergerak cepat mengisolasi kelima sapi tersebut.

Dengan tujuan agar tidak menularkan ke sapi yang lain yang ada disekitarnya.

"‎Sudah kita lakukan pemeriksaan terhadap ternak yang ada disekitarnya, hasilnya belum ada yang tertular PMK," ujar Herman.

Herman mengungkapkan, berdasarkan hasil investigasi yang pihaknya lakukan, kelima ekor sapi yang terpapar virus PMK tersebut merupakan sapi ternak yang didatangkan dari Sumatera Utara (Sumut).

Sapi-sapi tersebut dipasok dari Sumut ke Rohul saat bulan puasa kemarin. Kemudian saat lebaran, sapi-sapi mengalami sakit dan menujukkan gejala yang mengarah ke penyakit mulut dan kuku.

"Berdasarkan investigasi kami, sapi yang terkena PMK itu didatangkan dari Sumatera Utara (Sumut) yang masuk ke Rohul pada bulan puasa kemarin. Kemudian lebaran kedua, sapi -sapi itu mulai menunjukkan gejala PMK," ujarnya.

Gejala PMK yang dimaksud diantaranya adalah, demam, terdapat luka dibagian pada bagian mulut dalam dan kaki serta produksi air liur yang berlebihan.

Kecurigaan petugas ternyata benar, setelah dilakukan uji sampel di Labor, ternyata lima ekor sapi tersebut positif terkena penyakit mulut dan kuku.

"Sudah diobati, kita berikan terapi, kita berikan vitamin dan anti biotik," sebut Herman.

Herman menegaskan, penyakit mulut dan kuku yang menyebar di sejumlah daerah di Indonesia dan sudah masuk ke Riau ini tidak menular ke manusia. Penyakit ini menular ke sesama hewan ternak.

"Tidak menular ke manusia. Menularnya ke sesama hewan ternak. Penularanya bisa melalui darah, daging, dan air susu dari ternak yang terinfeksi itu bisa menularkan ke ternak yang lain," katanya.

Meski tidak menularkan ke manusia, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar saat memasak daging betul dimasak dengan matang. Sehingga virus-virus yang ada didalam daging tersebut mati dan aman untuk dikomsumsi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved