Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kapolres Rohul Perintahkan Propam Periksa Anggotanya yang Banting Buruh Dari Bak Truk

Kapolres Rokan Hulu AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito mengatakan, pembantingan itu terjadi saat polisi berupaya membubarkan demonstrasi yang sudah rusuh.

Kompas.com
Oknum polisi di Rohul banting buruh dari bak truk hingga terjatuh 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kapolres Rokan Hulu AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito langsung memerintahkan Propam untuk memeriksa anggota yang membanting seorang buruh dalam aksi buruh yang ricuh usai video tersebut viral di media sosial.

"Kapolres Rohul (Rokan Hulu) telah memerintahkan Kasi Propam melakukan pemeriksaan terhadap aparat yang terlibat kontak fisik dengan Jasriman Hendra (buruh) pada saat upaya pengamanan aksi unjuk rasa," ungkap Wakapolres Rokan Hulu Kompol Erol Ronny Risambessy dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (2/6/2022).

Menurut Erol, pemeriksaan dilakukan agar didapat kronologi kejadian pembantingan itu.

Pemeriksaan juga dilakukan untuk mengimbangi kabar miring yang beredar dengan fakta dari pelaku.

"Segala bentuk pemberitaan yang dapat mengkresditkan kinerja kepolisian dapat di-counter dengan fakta yang riil di lapangan," sebut Erol.

Kendati demikian, Erol tetap meminta maaf atas pembantingan buruh yang terjadi.

Dia meminta semua pihak tetap tenang dan menyerahkan pengusutan masalah ini kepada polisi.

"Polres Rohul memohon maaf, dan berharap semua pihak agar tenang dan menyerahkan sepenuhnya penyelesaian permasalahan ke pihak kepolisian yang akan berbuat sesuai dengan SOP," kata Erol.

Sebagai informasi, seorang buruh yang berdemonstrasi di salah satu pabrik pengolahan kelapa sawit, Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rohul, dibanting seorang polisi.

Perisitiwa itu terjadi pada Senin (30/5/2022) sekitar pukul 11.40 WIB.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito mengatakan, pembantingan itu terjadi saat polisi berupaya membubarkan demonstrasi yang sudah rusuh.

Demonstrasi juga dibubarkan karena ada buruh terlihat membawa senjata tajam.

"Anggota sudah kita minta agar melakukan pembubaran massa kelompok sayap kanan dan sayap kiri dengan cara humanis, dan tidak menggunakan senjata api," cerita Eko kepada wartawan saat konferensi pers di Pekanbaru, Kamis (2/6/2022).

Dia mengatakan, saat itu ada 20 orang yang diamankan karena melakukan tindakan anarkis.

Petugas menyiapkan dua unit truk untuk membawa pelaku dan barang bukti ke Mapolres Rohul.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved