Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Jubir Partai Penguasa Hina Nabi Muhammad, India Panik Kena Boikot

Partai Bharatiya Janata yang kini menjadi partai penguasa India kelimpungan akibat penghinaan Nabi Muhammad SAW yang dilontarkan oleh Nupur Sharma

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Rinal Maradjo
PTI via India Today
Nupur Sharma Politikus BJP India penghina Nabi Muhammad SAW 

Jubir Partai Penguasa Hina Nabi Muhammad, India Panik Kena Boikot

TRIBUNPEKANBARU.COM - Partai Bharatiya Janata (BJP) yang kini menjadi partai penguasa India kelimpungan akibat penghinaan Nabi Muhammad SAW yang dilontarkan oleh Nupur Sharma, juru bicara partai tersebut di sebuah debat yang ditayangkan di televisi India.

Tak hanya itu, Pemerintah India yang notabene diisi oleh politisi BJP pun panik menghadapi gelombang kecaman dari berbagai belahan dunia.

Bahkan, di Kuwait, Qatar dan Arab Saudi, Duta Besar India dipanggil oleh pemerintah setempat, lalu produk-produk India di negara itu diboikot dan dikeluarkan dari rak-rak di supermarket.

BJP sendiri buru-buru mengeluarkan pernyataan agar kecaman dari berbagai negara itu segera mereda.

Dalam pernyataannya, BJP mengumumkan Sharma telah diperiksa oleh komisi disiplin partai dan hasilnya dia dinonaktifkan dari BJP.

Ditegaskan juga oleh BJP bahwa Sharma telah menyampaikan pandangan yang bertentangan dengan posisi partai dalam berbagai hal, yang jelas melanggar konstitusi partai.

Baca juga: India Resmi Larang Siswi Kenakan Jilbab di Sekolah dan Kampus

Baca juga: Hina Islam, India Tuai Kecaman, Boikot Produk India Menggema

Tak hanya kecaman dari luar negeri, Partai nasionalis India, Tipu Sultan (TPS) mengatakan, ucapan Nupur Sharma tersebut juga diyakini berpotensi menyebabkan kerusuhan sipil di dalam negeri

"Tindakan Nupur Sharma mempromosikan perasaan permusuhan, kebencian atau niat buruk antara kelompok atau komunitas agama dan regional yang berbeda, menyebabkan kerusuhan dan gangguan sipil," tulis pengaduan tersebut.

"Ini ancaman internal terhadap perdamaian dan harmoni negara." kata partai itu.

Sementara itu, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dalam sebuah pernyataan, penghinaan Nupur Sharma tersebut makin menunjukkan meningkatnya intensitas kebencian dan penghinaan terhadap Islam di India dan pelecehan sistematis terhadap Muslim.

Organisasi berpengaruh yang beranggotakan 57 negara itu mencontohkan beberapa tindakan represif pemerintah Narendra Modi terhadap umat Islam India.

"Beberapa di antaranya adalah melarang jilbab di lembaga pendidikan di beberapa negara bagian India dan penghancuran properti dan rumah ibadah Muslim. Ini adalah sikap bias pemerintah India,"sebut OKI.

Sementara itu, Angkatan Bersenjata Pakistan dalam sebuah tweet "mengutuk keras pernyataan penghujatan" oleh para pejabat India.

"Tindakan keterlaluan itu sangat menyakitkan dan jelas menunjukkan tingkat kebencian yang ekstrem terhadap Muslim dan agama lain di India," katanya militer negara yang bertetangga dengan India tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved