Ditemukan Uang Miliaran di Markas Ormas Khilafatul Muslimin, Dipakai Untuk Apa?
Selain beberapa orang sebagai tersangka, polisi juga temukan uang miliaran dari markas ormas Khilafatul Muslimin. Untuk apa uang sebanyak itu?
TRIBUNPEKANBARU.COM- Tak tanggung-tanggung, uang miliaran rupaih disita polisi dari markas ormas Khilafatul Muslimin di Bandar Lampung.
Polisi juga telah mengamankan beberapa orang dan ditetapkan sebagai tersangka.
Sejuah ini Mereka yang terlibat ormas Khilafaturl Muslimin diamankan dari berbagai daerah, termasuk di Medan.
Baca juga: Lagi, Polisi Amankan Pimpinan Khilafatul Muslimin, Masing-masing di Medan, dan Bekasi Jawa Barat.
Lantas untuk apa uang miliaran rupiah yang didapatkan polisi dari markas ormas Khilafatul Muslimin?
Polda Metro Jaya telah menangkap sejumlah tersangka dalam kasus pelanggaran UU Ormas, terkait dengan keberadaan Khilafatul Muslimin.
Setelah menangkap Abdul Qadir Hasan Baraja beberapa hari lalu, polisi kembali menangkap empat tersangka yang menjadi bagian tokoh sentral organisasi tersebut. Keempat tersangka itu ditangkap di Lampung, Bekasi, hingga Medan, Sabtu (11/6).
Di Markas Pusat Khilafatil Muslimin di Bandar Lampung, polisi melakukan penggeledahan dan menangkap dua orang, yakni AA dan IN.
AA merupakan sekretaris, sekaligus pelaksana operasional dan keuangan organisasi, sedangkan IN berperan menyebarkan doktrin paham khilafah.
Penangkapan dan penggeledahan itu itu turut melibatkan tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polresta Bandar Lampung, TNI hingga Forkopimda setempat.
Baca juga: RICUH, Polisi Amankan 2 Provokator Saat Penggeledahan Markas Khilafatul Muslimin
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi menuturkan, dari penggeledahan itu polisi menemukan barang bukti sejumlah uang hingga miliaran rupiah.
"Kami melakukan penggeledahan terhadap operasionalisasi ormas ini, dan kami menyita uang yang diduga uang operasional sekitar miliaran jumlahnya," tutur Hengki.
Dari informasi yang dihimpun, uang yang disita oleh penyidik Polda Metro Jaya mencapai Rp 2 miliar. Selain itu, Hengki menyatakan, pihaknya juga menemukan hal-hal yang cukup signifikan. Namun, dia belum membeberkan soal penemuan itu.
"Nanti rilis lengkap akan dijelaskan di Jakarta, karena memang ada yang sangat signifikan yang polisi tidak bisa bekerja sendiri, ada kementerian-kementerian lainnya," ungkapnya.
Baca juga: Khilafatul Muslimin Buka Suara Terkait Penangkapan Pimpinan Mereka, Abdul Qadir Baraja
Hengki menyatakan, saat penangkapan pelaku sempat terjadi kericuhan dari simpatisan Khilafatul Muslimin hingga melukai sejumlah wartawan.
Wartawan yang saat itu sedang meliput di lokasi ikut terluka akibat terkena lemparan helm yang dilakukan oleh simpatisan Khilafatul Muslimin. "Ada wartawan jadi korban," jelasnya, Minggu (12/6.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/abdul-qadir-hasan-baraja-pemimpin-khilafatul-muslimin.jpg)