Gereja di Alabama Diserang, Tiga Lansia Tewas Ditembak
Serangan itu terjadi di Gereja Episkopal Saint Stephen di pinggiran Birmingham Vestavia Hills, kata Kapten Polisi Shane Ware.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Tiga orang tewas dan seorang lagi cedera setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke dalam sebuah gereja pinggiran kota di negara bagian Alabama pada Kamis kemarin.
Serangan itu terjadi di Gereja Episkopal Saint Stephen di pinggiran Birmingham Vestavia Hills, kata Kapten Polisi Shane Ware.
Shane Ware mengatakan, pelaku diidentifikasi bernama Robert Findlay Smith, seorang pria tua yang berusia 70 tahun.
Smith adalah pengedar senjata berlisensi federal.
Dia mengatakan petugas operator mendapat telepon sekitar pukul 18:20 waktu setempat yang melaporkan penembakan yang dilakukan seorang pria bersenjata.
Ware mengatakan seorang tersangka ditahan dan "tidak ada ancaman bagi masyarakat saat ini."
Polisi menolak untuk mengidentifikasi tersangka atau korban atau memberikan rincian lebih lanjut tentang serangan itu, dengan mengatakan pengarahan lain direncanakan pada hari Jumat.
Pada konferensi pers sebelumnya, Ware mengatakan satu orang tewas dan dua lainnya dirawat di rumah sakit.
Situs web gereja mencantumkan "Boomers Potluck" untuk Kamis malam. "Tidak akan ada program, hanya makan dan punya waktu untuk persekutuan," bunyi pamflet itu.
Penembakan pada hari Kamis terjadi lebih dari sebulan setelah satu orang tewas dan lima lainnya terluka ketika seorang pria melepaskan tembakan ke umat paroki Taiwan di sebuah gereja di California Selatan.
Itu juga terjadi hampir tujuh tahun setelah seorang supremasi kulit putih yang diakui membunuh sembilan orang selama pelajaran Alkitab di Gereja Emanuel AME di Charleston, Carolina Selatan.
Di Vestavia Hills, para penyelidik tetap berada di tempat kejadian beberapa jam setelah malam tiba, dengan pita polisi kuning menutup kompleks gereja dan polisi darurat serta kendaraan pemadam kebakaran dengan lampu berkedip menghalangi rute ke gereja.
FBI, US Marshals Service dan Biro Alkohol, Senjata Api, Tembakau dan Bahan Peledak mengirim agen ke tempat kejadian.
Di dekatnya, orang-orang berkerumun dan berdoa.
Pendeta Kelley Hudlow, seorang imam Episkopal di Keuskupan Alabama, mengatakan kepada outlet siaran WBRC bahwa penembakan itu mengejutkan gereja dan masyarakat pada umumnya.