Berita Riau
Tak Perlu Datangkan Sapi dari Luar Provinsi untuk Kurban, Gubernur Riau Bilang Begini
Gubernur Riau menghimbau beli hewan kurban pada peternak lokal guna mengantisipasi Penyakit Mulut dan Kuku
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Nurul Qomariah
"Sekarang sudah enam kabupaten di Riau terpapar PMK. Terakhir Inhu masuk zona merah PMK," imbuhnya.
Herman mengatakan, Kabupaten Inhu masuk zona merah penularan PMK setelah pihaknya mendapat laporan adanya sapi yang dicurigai PMK.
"Setelah kita ambil sampel dan kita kirim ke Laboratorium Balai Veteriner Bukittinggi, dan hasilnya benar sapi di Inhu positif PMK. Dengan begitu, maka di Riau sudah enam daerah yang terpapar PMK," ujarnya.
Sejauh ini baru ada satu ekor sapi yang mati karena PMK, yakni di Kabupaten Kampar.
Meski sudah ditemukan ada yang mati, namun menurut Fara, sapi yang terkena PMK di Riau masih bergejala ringan sampai sedang. Belum ditemukan ada yang bergejala berat hingga kuku terlepas.
"Rata-rata gejalanya ringan sampai sedang," katanya.
Pihaknya bersyukur, sejauh ini beberapa daerah yang sebelumnya sempat ditemukan kasus PMK, sapinya sudah banyak yang sembuh.
Saat ini kondisi sapi sapi yang dinyatakan sembuh tersebut kondisi kesehatan sudah membaik.
Hasil pemeriksaan sampelnya pun sudah negatif. Namun sapi tersebut masih diisolasi karena meski sudah sembuh dan negatif, potensi penularanya masih bisa terjadi.
"Masih kita isolasi, belum bisa kita lepas liarkan sebelum kita berikan vaksin, karena meskipun sudah negatif, potensi penularanya masih ada, karena virusnya kan masih ada, tapi untuk kondisi kesehatanya sudah membaik," katanya.
Sejauh ini pihaknya bersama dinas Pertenakan kabupaten kota seudah menurunkan tim dokter hewan ke daerah-daerah yang sudah ditemukan PMK.
Para dokter hewan ini diturunkan ke lapangan untuk melakukan tindakan pengobatan sapi yang terpapar PMK.
"Petugas kesehatan hewan di kabupaten sudah memberikan pengobatan suportif dan penanganan infeksi sekunder. Seperti memberi vitamin, antibiotik, dan desinfeksi kandang ternak," katanya.
Selain pengobatan, petugas juga sudah melakukan isolasi hewan ternak yang sakit, agar tidak menular ke ternak lainnya.
Kemudian petugas juga melakukan komunikasi, informasi dan edukasi ke peternak, pengurus desa, dan masyarakat sekitar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/foto_kebutuhan_hewan_kurban_di_riau_meningkat_12_persen_2.jpg)